Penghapusan Bea Impor Wujud Nyata Dukungan Indonesia Untuk Palestina

Kamis, 28 Februari 2019, 23:15 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Kerja sama penghapusan tarif produk Palestina/RMOL

RMOL. Penghapusan tarif bea masuk untuk produk kurma dan minyak zaitun Palestina merupakan dukungan nyata Indonesia terhadap kemerdekaan negara itu.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dalam pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair S. M. Al Shun di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/2).

"Ini salah satu bukti bahwa yang kita lakukan itu tidak dalam hanya bentuk pernyataan atau slogan, tapi real dalam kegiatan dan dukungan nyata kepada Palestina," ungkap Wamenlu Fachir.

Lanjut dia, dukungan Indonesia terhadap Palestina mencakup semua aspek, ekonomi, politik people to people maupun politik dari berbagai forum.

"Sekarang di bidang ekonomi seperti ini dan capacity building juga diberikan ke Palestina. Dan sekarang adalah salah satu puncak di bidang ekonomi," tutur Fachir.

Dia berharap melalui dukungan tersebut dapat menciptakan banyak interaksi pelaku bisnis dan menambah jenis produk impor Palestina.

"Dan insya Allah tidak hanya minyak zaitun dan kurma saja tapi komoditi lain. Harapannya lebih banyak lagi apakah pengusaha Palestina yang datang ke Indonesia," jelas Fachir.

Mendag Enggartiasto menambahkan, rencananya dalam bulan Ramadhan tahun ini, produk kurma serta zaitun dari Palestina mulai hadir di Indonesia.

"Secara efektif sudah berlaku ketentuan bea masuk nol persen itu dengan tata caranya. Insya Allah dalam bulan Ramadan ini kita sudah menikmati kurma dari Palestina," katanya. ***
Editor:

Kolom Komentar


loading