Kemenko Maritim: Pengelolaan Sampah Kuncinya Di Kepala Daerah

Jumat, 08 Februari 2019, 07:56 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Danau Toba, Sumatera Utara/Kemenko Kemaritiman

RMOL. Kementerian Koordinator Kemaritiman mengakui kesulitan mengelola sampah, meski anggaran miliaran sudah digelontorkan untuk infrastruktur penunjang

"Meskipun kita telah mengeluarkan uang miliaran untuk membangun infrastruktur penunjang destinasi wisata, tapi kalau kebersihan tidak dijaga maka turis tidak akan mau kembali datang," ujar Deputi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin dalam workshop pengelolaan sampah di Kawasan Danau Toba, sebagaiaman rilis yang diterima, Kamis (7/2).

Deputi Safri menjelaskan, aturan pengelolaan sampah sudah dibuat sedemikian rupa, namun hingga kini implementasinya masih di bawah ekspektasi.

"Kunci implementasi yang paling penting adalah di kepala daerah," ujarnya menekankan.

Menurut dia, pemerintah daerah sebetulnya dapat menerapkan tarif pajak pengelolaan sampah bagi wisatawan agar berkontribusi pada pengolahan sampah.

"Kini Kementerian Keuangan bersama KLHK dan Kemendagri sedang mengusulkan Dana Insentif Daerah untuk pemerintah daerah yang berhasil menangani sampah padatnya termasuk plastik," tutur Safri.

"Kami harap agar ada kesimpulan yang bisa diimpementasikan bersama karena Danau Toba sudah jadi destinasi wisata dunia," imbuhnya.[wid]

Kolom Komentar


loading