Lewat Fitur Madrid 2019, Kemenpar Jaring Wisatawan Spanyol

Senin, 21 Januari 2019, 03:05 WIB

Ilustrasi/Net

RMOL. Kementerian Pariwisata akan melancarkan strategi shifting to the front untuk mencapai target nasional 10 juta wisatawan mancanegara pada semester pertama 2019 dengan memaksimalkan penggunaan anggaran.

Kemenpar juga siap menjaring wisatawan dari Spanyol.

"Hal tersebut akan menjadi tantangan dan Indonesia harus optimis dapat mencapai 10 juta pengunjung di semester pertama," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menurutnya, salah satu cara yang dilakukan adalah menggenjot promosi pariwisata di sejumlah negara Eropa. Selain promosi di Belanda, Austria, Luksemburg, dan Finlandia, Kemenpar juga melakukan promosi di Spanyol dengan berpartisipasi pada pameran Feria Internacional de Turismo (Fitur) Madrid 2019. Pameran pariwisata terbesar di Spanyol yang akan digelar di Feria de Madrid pada 23-27 Januari.

Director of Marketing Development for Europe Region Agustini Rahayu menyebutkan, dalam pameran yang diadakan untuk ke-39 kalinya Indonesia yang diwakili Kemenpar menempati lahan seluas 130,5 meter persegi berlokasi di hall 6 stand number 6D07 dengan memfasilitasi 18 industri yang terdiri dari tiga hotel/akomodasi, 14 travel agent/tour operator, dan satu BUMN pariwisata.

"Paviliun Indonesia masih akan mengangkat tema Kapal Phinisi dan menampilkan nuansa Bali," ujarnya.

Agustini menjelaskan, saat ini Spanyol menempati posisi ketujuh dalam hal jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa ke Indonesia. Grafik pertumbuhan wisatawan Spanyol terus menunjukkan tren yang positif. Pada 2017, sejumlah 81.690 wisatawan Spanyol berkunjung ke Indonesia, dan meningkat menjadi 86.558 atau naik 5,95 persen di 2018.

Pada 2018 lalu, Fitur Madrid diikuti 10.190 exhibitors dan dihadiri 250.980 pengunjung dari 165 negara dengan skema tiga hari pertama untuk trade fair (B2B) dan dua hari terakhir untuk consumer day (B2C).

Menurut Agustini, beberapa aktifitas dalam Paviliun Indonesia antara lain Business to Business (B2B) merupakan aktifitas sellers meet buyers yang bertujuan untuk memfasilitasi transaksi penjualan paket-paket wisata Indonesia. Business to Consumer (B2C) merupakan aktifitas sellers meet customers dimana pengunjung umum mengunjungi para sellers untuk mendapatkan informasi seputar paket wisata Indonesia sekaligus melakukan transaksi pembelian paket wisata yang dikehendaki.

Paviliun Indonesia juga akan menampilkan pertunjukan budaya yang bertujuan memberikan gambaran kekayaan budaya Indonesia berupa pertunjukan tari tradisional Indonesia serta karnaval. Selain itu, juga terdapat demo body painting/henna serta pemutaran film di TVC tagline Wonderful Indonesia yaitu explore further, ajakan untuk mengeksplor keindahan alam, kesenian dan kerajinan yang unik, musik yang khas, kekayaan gastronomi, serta destinasi wisata.

"Selain itu Paviliun Indonesia menyediakan hospitality corner yang merepresentasikan keramahan masyarakat Indonesia, di mana akan disajikan kopi tradisional Indonesia dengan cita rasanya sudah tidak diragukan lagi," jelas Agustini seperti diberitakan Antara (Senin, 21/1). [wah]

Kolom Komentar


loading