Hadapi Situasi Global, Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi

Rabu, 09 Januari 2019, 22:18 WIB | Laporan: Aprilia Rahapit

Foto/RMOL

RMOL. Situasi ekonomi global saat ini tengah mengalami banyak tekanan, perubahan dan tantangan, bahkan kecenderungan proteksionisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pelemahan sistem perdagangan multilateral dan World Trade Organization (WTO) juga sedang terjadi, termasuk perang dagang antara kekuatan ekonomi besar dunia yang berpengaruh terhadap perekonomian itu sendiri.

Mennurutnya, kondisi tersebut harus disikapi secara diplomasi ekonomi, yaitu dengan memperkuat kerja sama ekonomi.
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"Melalui diplomasi ekonomi antara lain memperkuat kerja sama ekonomi dengan pasar-pasar baru," tuturnya dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 2019 di Gedung Kemlu, Jakarta, Rabu (9/1).

Indonesia sendiri terus berupaya melaksanakan penguatan kerja sama ekonomi. Adapun, yang telah dilakukan yaitu kerja sama Indonesia dengan Afrika mulai terjalin lebih dekat.

"Satu terobosan dilakukan yaitu penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF). Dalam dua hari penyelenggaraan IAF disepakati deal bisnis lebih dari USD 586 juta dan business announcement sebesar USD 1,3 miliar," jelas Retno.

Selain itu, Indonesia juga melakukan penguatan ikatan ekonomi dengan pasar potensial di Asia Selatan, Asia Tengah dan beberapa negara Amerika Latin. Termasuk pelaksanaan diplomasi ekonomi yang dilakukan secara lebih terkoordinir melibatkan BUMN perbankan dan pihak swasta. [wah]

Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading