Pasokan Beras Aman

Stok Bulog Capai 2,1 Juta Ton

Jumat, 04 Januari 2019, 09:22 WIB

Foto/Net

RMOL. Sepanjang 2018, Pe­rum Bulog mencatat telah melakukan pengadaan beras 3,2 juta ton. Hingga akhir ta­hun, jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) capai 2,1 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengata­kan, jumlah cadangan terse­but merupakan yang terbesar yang pernah dikelola Bulog dalam lima tahun terakhir. Selain beras, stok akhir di tahun 2018 untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir se­banyak 477 ribu ton, jagung 53 ribu ton, daging kerbau 5,8 ribu ton, dan minyak goreng 2,6 ribu kiloliter (kl).

"Ini bentuk konsisten Bu­log menjalankan pemerintah dan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) untuk men­jaga kedaulatan pangan," ujarnya.

Jika melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2018, Bulog telah menstabil­kan harga pangan pokok, di antaranya beras di kisaran Rp 11.606 per kilogram (kg), gula pasir Rp 13.676 per kg, dan daging sapi Rp 114.195 per kg, serta jagung Rp 7.316 per kg.

Menurut dia, keberhasilan menjaga ketersediaan pa­sokan dan stabilisasi harga beras dan pangan pokok lainnya di seluruh daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan du­kungan seluruh pihak.

Memasuki 2019, Bulog memastikan ketahanan stok dapat terus terjaga dan op­erasi pasar terus dilakukan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ada gejolak harga di pasar.

Menurut Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, upaya mewujudkan kedaulatan pan­gan melalui stabilisasi harga dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Dari sisi hulu, Bu­log menyerap hasil produksi petani dalam negeri di selu­ruh pelosok Indonesia dan bekerja sama dengan TNI dalam gerakan Serap Gabah Petani (Sergap).

Sedangkan di sisi hilir, pihaknya melakukan pe­meratan stok pangan ke seluruh pelosok Indonesia dan stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar yang dilakukan sepanjang wak­tu. "Beras sebagai pangan pokok masyarakat Indonesia memiliki andil sebesar 0.130 persen terhadap inflasi di tahun 2018," katanya.

Selain itu, Bulog juga me­nyalurkan Bantuan Sosial Rastra, penyaluran bantuan pangan untuk korban ben­cana alam, pasokan program Bantuan Pangan Non-Tunai, dan menjual komoditas pan­gan pokok murah berkualitas melalui berbagai saluran komersial perseroan.

Penyaluran Bansos Rastra sepanjang 2018 mencapai 1,2 juta ton, pengelolaan CBP untuk Operasi Pasar sebanyak 544 ribu ton merupakan sta­bilisasi harga dengan jumlah terbesar selama sepuluh tahun terakhir. "Dan CBP bencana alam sebanyak 6.953 ton yang diantaranya digunakan untuk korban bencana alam di Palu Donggala (Sulawesi Tengah), dan Lombok (NTB)," tandas­nya. ***
Tag:

Kolom Komentar


loading