Konflik Agraria Tahun 2018 Bunuh 10 Orang, 132 Dianiaya Dan 216 Ditahan Tanpa Prosedur

Kamis, 03 Januari 2019, 14:41 WIB | Laporan: Faisal Aristama
RMOL. Tahun 2018 masih menjadi tahun kelam bagi petani dan pejuang agraria di beberapa wilayah di Indonesia.

Tindakan-tindakan represif, intimidatif hingga penangkapan paksa dan penghilangan nyawa masih sering dialami mereka.

Demikian disampaikan Sekjen KPA Dewi Kartika dalam acara diskusi publik bertajuk ''Catatan Akhir Tahun 2018 KPA 'Bercermin Pada Janji Lama: Masa Depan Reforma Agraria Melampaui Politik 2019' di Kedai Kopi 89, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/1).
Lomba Foto SelfiePilpres2019

"KPA mencatat sekitar 10 orang terbunuh sepanjang tahun ini (2018), enam orang tertembak, 132 mengalami penganiayaan dan sebanyak 216 orang ditahan tanpa prosedur yang jelas," kata Dewi.

Dewi menjelaskan, pola-pola negara mengkriminalisasi para petani dan pejuang agraria dengan berbagai cara. Selain disangkakan pasal karet, mereka dituduh komunis.

"Sebut saja Budi Pego penolak tambang Tumpang Pitu, ia dituduh membawa simbol (bendera) yang identik dengan partai komunis ketika melakukan aksi demonstrasi menolak tambang," tandasnya.[wid]


Kolom Komentar


Video

Sebelum Sandi, Jokowi Pernah Janji Hapus Ujian Nasional

Jumat, 22 Maret 2019
Video

PSI: Jokowi Anjlok Karena Korupsi Parpol Pendukung

Jumat, 22 Maret 2019
loading