Anak Usaha PGN Mulai Ngebor 2 Sumur Migas

Kurangi Impor BBM Nasional

Jumat, 27 Juli 2018, 08:20 WIB

Foto/Net

RMOL. Anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) PT Saka Energi Indonesia mulai merealisasikan rencananya melakukan pengeboran di dua sumur eksplorasi yang berada di Wilayah Kerja Produksi Pangkah dan Wilayah Kerja Eksplorasi South Sesulu.

Pada kedua blok tersebut, Saka Energi memiliki hak partisipasi 100 persen. Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia, Tumbur Parlindungan menuturkan, ren­cana kerja pengeboran kedua sumur tersebut sesuai dengan Work Program and Budget (WP&B) yang dilaporkan perusa­haan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di awal tahun ini.

"Kegiatan pengeboran kedua sumur tersebut menjadi bagian dari upaya Saka Energi men­jaga ketahanan energi nasional, seperti yang diinginkan oleh Pe­merintah Indonesia," katanya.

Perusahaan yang bergerak di sektor hulu migas ini berharap, pengeboran berjalan sesuai ren­cana dan membuahkan hasil, se­hingga bisa meningkatkan lifting Saka Energi untuk ke depannya. "Seperti kita ketahui, kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi nasional terus meningkat, semoga tambahan lifting kami bisa membantu Indonesia mengurangi impor BBM dari luar negeri," kata Tumbur.

Ia menjelaskan, program eksplorasi sumur baru di Wilayah Kerja Produksi Pangkah di­lakukan Saka Energi dengan memulai pengeboran sumur TKBY-2 pada akhir Juni 2018. "Kami mulai menajak (proses pelubangan sumur) pada 30 Juni 2018 untuk melihat keberadaan hidrokarbon dan prospek terse­but. Lokasi sumur TKBY-2 ber­jarak sekitar 10 km dari fasilitas produksi Well Head Platform-B (WHP-B)," jelasnya.

Titik pengeboran yang tidak jauh dari fasilitas produksi Blok Pang­kah, menurutnya, akan mening­katkan skala keekonomian sumur, sehingga sejalan dengan program perusahaan dalam melakukan optimasi fasilitas produksi yang sudah ada (existing).

"Kami memperkirakan bisa menemukan cadangan migas di lapisan Tuban, Kujung, dan Ngimbang. Sebelum memulai pengeboran, kami sudah mem­beri sosialisasi dan melakukan doa bersama masyarakat nelayan daerah sekitar," tutur dia.

Sumur eksplorasi kedua yang akan dibor Saka Energi adalah West SIS-A#1 yang berada di wilayah Blok South Sesulu. Tumbur menargetkan sumur tersebut bisa mulai ditajak pada pertengahan Agustus 2018. Un­tuk melakukan pengeboran kedua sumur tersebut, pihaknya meng­gunakan 2 jack-up rig dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menurut Tumbur, lesunya kegiatan investasi di sektor hilir migas nasional akibat harga minyak yang masih rendah tidak mengurangi komitmen Saka Energi untuk terus meningkatkan produksi.

"Harga minyak sudah mulai membaik di kuartal II-2018. Semoga ke depannya akan lebih baik lagi. Sebagai operator 3 blok migas di Indonesia, Saka Energi menunjukkan komitmennya un­tuk terus melakukan eksplorasi migas. Karena hanya dengan terus melakukan eksplorasi, Indonesia bisa menemukan cadangan pengganti (reserve replace­ment)," pungkas Tumbur.

Sebagai informasi, Saka Ener­gi telah memiliki 11 hak partisi­pasi di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. 8 blok yang sudah berproduksi yaitu Blok Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Ujung Pangkah, Mu­riah, Sanga-Sanga, South East Sumatera, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

Sementara 3 blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi yakni Blok West Bangkanai, Wokam II, dan South Sesulu. Saka Energi juga baru saja memenangkan Wilayah Kerja Pekawai dan Wilayah Kerja West Yamdena dari lelang terbuka yang dilakukan Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ***

Kolom Komentar


loading