Hanura

IKA Ikopin Menilai Koperasi di Indonesia Dalam Titik Nadir

 SABTU, 14 JULI 2018 , 08:18:00 WIB | LAPORAN: ARRY KURNIAWAN

IKA Ikopin Menilai Koperasi di Indonesia Dalam Titik Nadir
RMOL. Pada momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71, Ikatan Keluarga Alumni IKOPIN (IKA-IKOPIN) menilai perkembangan koperasi di Indonesia sedang berada dalam titik nadir.
Dalam Produk Domestik Bruto (PDB) kontribusi koperasi hanya 3%-4% saja. Koperasi jauh tertinggal dari badan usaha lainnya. Padahal Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Artinya, koperasi merupakan pilar atau tulang punggung perekonomian negara.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Institut Koperasi Indonesia (IKA Ikopin), Adri Istambul Lingga Gayo menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Pihaknya melihat keterpurukan koperasi disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, peran koperasi yang semakin terpinggirkan dalam tatalaksana perekonomian di Indonesia.

"Koperasi yang keberadaannya di Indonesia dijamin oleh konstitusi, tidak mampu menggerakkan pemerintah untuk menempatkannya sebagai salah satu pilar pembangunan. Koperasi dibiarkan tumbuh apa adanya, mengikuti gerak mesin ekonomi kapitalisme," tegas Adri, Jumat (13/7).

Adri menambahkan, pihaknya hingga saat ini belum ada upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mengawal dan melindungi koperasi dari mesin-mesin kapitalisme yang menggurita.

"Pemerintah termasuk calon presiden dan anggota parlemen kedepannya harus mengusung gagasan penguatan koperasi dalam program-program kerjanya," kata Adri.

IKA-IKOPIN juga menyatakan sikap agar pemerintah menata kembali flat form pembangunan ekonomi Indonesia sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 yang menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.

Selain itu, juga meminta pemerintah untuk memberikan 25% kepemilikan saham BUMN kepada koperasi baik melalui koperasi karyawan ataupun koperasi lainnya dengan skema dana talangan dari pemerintah untuk pembelian saham tersebut.

Membekukan Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) untuk selanjutnya melakukan reformasi secara menyeluruh terhadap fungsi dan peran Dekopin.

"Kita juga minta pembentukan Tim Ad Hoc untuk melakukan perbaikan dan penataan Dekopin secara total," tegas Adri. [rry]


Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00