Hanura

Padat Karya Tunai Irigasi Kementerian PUPR Di Sulsel Menjangkau 238 Lokasi

 SELASA, 03 JULI 2018 , 17:44:00 WIB | LAPORAN: DAR EDI YOGA

RMOL. Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018 terus bergulir di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Program ini bertujuan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di desa yang pengerjaannya dilakukan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa.

Salah satu lokasi PKT di Sulsel yakni di Desa Mappadaelo, Kec. Tana Sitolo, Kab. Wajo yang dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (3/7). PKT berupa pekerjaan pembangunan irigasi kecil sepanjang 300 meter dan jalan produksi. Pembangunannya dilakukan oleh para petani sekitar dengan diberikan upah untuk tukang Rp 120 ribu per hari dan pekerja Rp 80 ribu per hari yang dibayar mingguan selama 60 hari.

Total anggaran PKT di Desa Mappadaelo sebesar Rp 225 juta untuk belanja material dan upah. Melalui tambahan penghasilan para petani, diharapkan jumlah uang yang beredar di desa meningkat dan menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi desa.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan PKT di Desa Mappadaelo bermanfaat untuk mengairi irigasi seluas 89 ha yang termasuk dalam Daerah Irigasi Bila-Kalola. Luas keseluruhan Daerah Irigasi Bila seluas 6517 hektare dan Kalola seluas 3230 hektare sehingga total 9747 hektare.

Jumlah lokasi PKT irigasi kecil Kementerian PUPR di Sulsel tahun 2018 sebanyak 238 lokasi tersebar di 17 kabupaten dengan anggaran Rp 53,55 miliar. Di Kabupaten Wajo ada 44 lokasi dengan tenaga kerja sebanyak 44.100 hari orang kerja (HOK) dan anggaran sebesar Rp 11,02 miliar.

Tahun 2018, program PKT dianggarkan Rp 11,28 triliun yang akan melibatkan 280.288 orang dengan porsi belanja upah pekerja mencapai Rp 2,42 triliun. Dari jumlah tersebut, PKT irigasi kecil yang merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) sebanyak 5.000 lokasi. Progresnya saat ini sudah berjalan di 2.881 desa atau 57,6% dari total 5000 lokasi. Progres fisiknya sudah 35% & keuangan mencapai 40.1%

Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan pada tahun 2019, jumlah lokasi PKT irigasi kecil akan ditambah menjadi 8.000 lokasi. Perbaikan infrastruktur saluran irigasi kecil akan mendukung produktivitas lahan pertanian karena mengurangi tingkat kehilangan air yang masuk ke sawah.

Turut hadir mendampingi Menteri PUPR yakni Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Agung Djuhartono, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang T. Iskandar, Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.[dem]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00