Hanura

Resmikan Pembangkit Tenaga Angin Komersial Pertama

 SELASA, 03 JULI 2018 , 11:12:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Resmikan Pembangkit Tenaga Angin Komersial Pertama

Foto/Net

RMOL. Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) komersial pertama di Indonesia, kemarin. Saking takjubnya, bekas Gubernur DKI Jakarta itu merasa sedang berada di Belanda, padahal di Sidrap (Sidenreng Rappang), Sulawesi Selatan.
 Bukan hanya pepohonan atau bebatuan besar layaknya daerah perbukitan, salah satu dataran tinggi di pinggiran Sulawesi Sela­tan (Sulsel) kini pantas disejajarkan dengan negara maju, seperti Be­landa atau Denmark. Pasalnya, di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) telah dibangun 30 turbin PLTB berukuran besar dan tinggi. Sekilas seperti kincir angin yang ada di Belanda.

Tinggi menaranya menca­pai 80 meter (m). Turbin yang digunakan adalah turbin an­gin kelas II A dengan panjang baling-baling 57 m. Sehingga jika ditotal, ketinggian turbin mencapai 137 m dan masing-masing turbin berkapasitas 2,5 megawatt (MW) Wind Turbine Generator (WTG).

PLTB Sidrap I merupakan pembangkit bertenaga angin skala komersial pertama di In­donesia. Pembangunan dimulai Agustus 2015 lalu dan mulai dioperasikan akhir Maret 2018. Proyek dengan investasi 150 juta dolar AS ini dapat mengaliri listrik lebih dari 70 ribu pelang­gan listrik dengan daya 900 volt ampere (VA), serta menyerap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 40 persen.

"Seperti yang kita lihat, PLTB tidak hanya di Sidrap, tetapi juga di Jeneponto sudah 80 persen (pro­gresnya-red). Juga sudah berjalan di Tanah Laut. PLTB Sukabumi akan dibangun," ujar Jokowi.

Dia mengaku senang meli­hat beroperasinya PLTB Sidrap. Apalagi saat datang, semua baling-baling berfungsi dengan baik dan karena anginnya cukup kencang.

"Artinya di sini anginnya lebih dari cukup. Kok serasa di Belanda ini, kaya di Eropa tapi ternyata di Sidrap," kata dia.

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam urusan mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Misalnya, energi panas bumi yang potensin­ya mencapai 29 ribu MW, namun baru bisa digarap 2 ribu MW.

Dia berharap, target bauran energi primer dan energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 bisa terwujud. Dengan begitu komitmen negara G20 untuk men­gurangi emisi bisa terealisasi.

Serap Tenaga Kerja

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, PLTB Sidrap merupakan PLTB komersial per­tama di Indonesia. Proyek yang perjanjian jual belinya ditanda­tangani 2,5 tahun lalu ini bisa mengaliri 150 ribu rumah dengan daya 450 volt ampere (VA).

Jumlah tenaga kerja yang terserap saat pembangunan mencapai 550, dan 50 orang saat pengoperasian. "Upaya ini sesuai arahan Presiden bahwa wilayah harus me­maksimalkan potensinya. Karena Sulawesi Selatan nggak ada gu­nung berapi, jadi nggak ada panas bumi, sehingga yang didorong angin dan air,"  terangnya.

Dia menjelaskan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya 2x100 MW bisa mengaliri 400 ribu rumah dan merupakan bagian dari 35 ribu MW. Sedan­gkan PLTU Independent Power Producer (IPP) Jeneponto Ek­spansi berkapasitas 2x135 MW bisa mengaliri 500 ribu rumah.

"Total proyek yang diresmi­kan Presiden bisa mengaliri 1,1 juta rumah baru," ujarnya.

Jonan mengatakan, bauran energi sudah 14 persen. Ke de­pan, dia berharap energi panas bumi, air, angin, dan matahari bisa berjalan.

Di Sidrap, Jokowi didampingi Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirjen Ketenagal­istrikan Kementerian ESDM Andi Noorsaman Someng, Dirjen Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Ke­menterian ESDM Rida Mulyana, dan Dirut PLN Sofyan Basir.

Selain itu, hadir juga Wakil Ketua Komisi VII DPR Tamsil Linrung, Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo dan Anggota Komisi VII DPR Yuliani Paris.

Proyek infrastruktur ketena­galistrikan yang diresmikan dan groundbreaking total kapasitasnya mencapai 757 MW dengan nilai in­vestasi lebih dari 1,168 miliar dolar AS. Proyek ini juga menyerap 4.480 tenaga kerja hingga. ***

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00