Hanura

Penurunan Tarif 39 Ruas Tol Molor

Tarif Integrasi Sebentar Lagi

 SENIN, 02 JULI 2018 , 08:56:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penurunan Tarif 39 Ruas Tol Molor

Foto/Net

RMOL. Untuk urusan kenaikan tarif, pemerintah sangat se­mangat. Salah satunya adalah menaikkan tarif tol dengan dalih integrasi ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Sementara ususan penurunan tarif, terkesan lembek. Salah satunya rencana penurunan tarif 39 ruas tol yang belum juga direalisasikan.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekeejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra Atmawidjaja memastikan, rencana penu­runan tarif tol tetap akan direalisasikan pada tahun ini. Hanya saja realisasinya ter­tunda dari target semula.

"Rencana itu sedikit tertunda dari rencana awal. Karena kita sedang menyelesaikan sosialisasi penurunan tarif ini," kata Endra kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Setelah tahap sosialisasi selesai, lanjut Endra, akan di­evaluasi terlebih dahulu. Dan, hasilnya baru akan diserahkan ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada pekan ini.

Dia menuturkan, evaluasi rencana penurunan tarif di­lakukan tidak hanya kepada masyarakat. Tetapi juga pihak-pihak terkait seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) se­hingga memerlukan waktu yangt cukup.

Seperti diketahui, penurunan tarif tol semula akan mulai dilakukan secara bertahap pada bulan April. Gembar-gembor rencana penurunan tersebut disampaikan berkali-kali pe­merintah. Namun sayang, hingga kini realisasi penurunan tarif tol, terus mengalami pe­nundaan.

Adapun 39 ruas tol yang rencananya mau diturunkan yakni ruas tol yang dibangun pada tahun 2011-2015 dengan tarif Rp 900-Rp 1.000 per kilo meter (km) dan ruas tol yang dibangun pada 2015-2018 dengan tarif Rp 1.200-Rp 1.500 per km.

Untuk ruas tol yang dibangun di bawah 2011, tarifnya tidak akan diturunkan karena dianggap masih terjangkau oleh masyarakat. Ruas tol yang dibangun pada periode 1980-2000 hanya Rp 212-Rp 416 per km, dan tarif tol pada periode 2000-2010 sekitar Rp 709 per km.

Pengamat Kebijakan Pub­lik, Trubus Rahardiansyah menyayangkan rencana penu­runan tarif tol molor dari target. Dia menilai, rencana itu molor karena pemerintah tidak tegas terhadap BUJT.

"Ini kan molor karena ada penolakan dari BUJT. Tapi kan pemerintah sudah menyiapkan berbagai insentif. Seharusnya tidak ada lagi penolakan," kata Trubus.

Alih-alih tarif turun, lanjut Trubus, masyarakat akan terbe­bani dengan rencana pember­lakuan integrasi tarif tol JORR. Menurutnya, kebijakan terse­but akan merugikan pelanggan pengguna jarak pendek yang sebagian besar masyarakat umum.

"Kebijakan itu tidak ada urgensinya. Tapi pemerintah tetap ingin melaksanakan in­tegrasi tarif," kritiknya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memyam­paikan, integrasi tarif tol akan diterapkan dalam waktu dekat ini. Kebijakan yang sempat ditunda dua kali tersebut tetap akan dilaksanakan. Diklaim, kebijakan ini untuk mendu­kung kelancaran angkutan logistik. ***

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi
720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Marching Band TNI AL Di Rusia

Marching Band TNI AL Di Rusia

, 15 SEPTEMBER 2018 , 12:50:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00