Hanura

PPLS Diyakini Bikin Pengentasan Kemiskinan Lebih 'Nendang'

 KAMIS, 03 MEI 2018 , 12:04:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

PPLS Diyakini Bikin Pengentasan Kemiskinan Lebih 'Nendang'

Foto: RMOL

RMOL. Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan bantuan signifikan bagi pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pungky Sumadi mengklaim selama 15 tahun terakhir bantuan yang diberikan pemerintah melalui beberapa kementerian, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Mandiri (PNPM Mandiri) banyak memberikan kemajuan bagi pengentasan kemiskinan di negeri ini.

Namun, karena bantuan semacam itu jumlahnya tak begitu besar dan hanya tersebar di beberapa kementerian sehingga dirasa kurang 'nendang'.

"Paling cuma 15 ribu yang dapat di tiap-tiap kementrian," katanya saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Nasional Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (Rakornas PKH) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Ia yakin dengan PPLS, pengentasan kemiskinan menjadi lebih baik lagi karena bisa digunakan oleh seluruh kementerian. Termasuk Bappenas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan lain sebagainya.

"PPLS kami perbaiki agar bisa digunakan oleh semua kementerian secara bersamaan. Alhamdulillah kalau menurut kajian internasional, sistem perlindungan sosial sudah jadi," ujarnya.

"Misalkan konkretnya adalah dengan memadupadankan Program keluarga Harapan (PKH) dengan bantuan non tunai," terangnya, menambahkan.

Lebih lanjut Pungkis memaparkan, siklus ekonomi manusia Indonesia paling tinggi saat menghadapi lebaran dan tahun baru. Nah, kalau PKH dan bantuan non tunai bisa dipadu maka hasilnya menjadi sangat baik.

"Misalkan dulu PKH diterima Rp 1,3 juta dibagi empat. Itu sekali terima cuma Rp 400 sekian. Kalau kurang 5 ribu, meskipun kecil tapi itu temuan. Bayangkan kalau yang terima kurang 5 ribu sampai 100 ribu orang. Kalau misalkan pembayaran melalui non tunai itu pasti tidak ada lagi kekurangan. Ini masalah teknis. Bukan masalah keinginan untuk berbuat jahat. Makanya kita melakukan perbaikan tata kelola," urainya.

Pungky menjelaskan, Bank Dunia telah memberikan suatu evaluasi agar bantuan jika diberikan sesuai sasaran dan tepat waktu, katakanlah dalam tiga bulan, maka program pengentasan kemiskinan pemerintah dipastikan berjalan maksimal.

"Itu mampu menurunkan 2 sampai 4 persen angka kemiskinan. Itu efeknya bisa besar," pungkasnya.[wid]

Komentar Pembaca
Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

, 25 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

, 25 SEPTEMBER 2018 , 03:53:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Klarifikasi Ketum GNPF

Klarifikasi Ketum GNPF

, 25 SEPTEMBER 2018 , 00:52:00