Hanura

Driver Online Tak Takut Pelanggan Lari Ke Transportasi Umum

 SENIN, 16 APRIL 2018 , 18:13:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

Driver Online Tak Takut Pelanggan Lari Ke Transportasi Umum

Foto: RMOL

RMOL. Driver jasa aplikasi transportasi yang tergabung dalam Koalisi Kesejahteraan Driver Online (KKDO) Indonesia tidak takut masyarakat berpindah ke transportasi umum jika tarif dinaikkan.
Koordinator KKDO Indonesia, Alexander AS mengatakan, pihaknya akan menyerahkan penilaian kepada masyarakat yang selama ini merasakan pelayanan mereka.

"Biar pasar yang akan melihat kondisi dilapangan seperti apa, karena pasar yang akan menentukan. Ini kan jasa pelayanan, dengan pelayanan yang lebih baik, penumpang tidak akan bergeser ke angkutan lain kalau emang temen-temen tertib," ujarnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/4)

Masih menurut Alexander, para pengguna jasa aplikasi online ini tidak akan kecewa walaupun membayar dengan harga yang lebih mahal. Sebab, masyarakat akan diberi fasilitas yang terbaik seperti menggunakan mobil pribadi.

"Tidak akan berpengaruh kalau kendaraannya bersih dn sebagainya karena online ini semua seakan-akan penumpang merasa privet naik angkutan ini," jelasnya.

Para pengemudi online ini menuntut perusahaan aplikasi pelayanan berbasis online yakni Gocar dan Grabcar untuk menaikkan tarif dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.600.

Selain itu mereka juga menuntut para penyedia aplikasi untuk mengabulkan tiga belas tuntutan yang mereka sampaikan.

Ketigabelas tuntutan tersebut antara lain adalah menolak penyedia aplikasi menjadi perusahaan penyelenggara transportasi umum, suspend sepihak yang banyak merugikan driver online tidak diberlakukan, mencabut taksi reguler dari aplikasi, hilangkan order prioritas, buat tombol keamanan dan jaminan serta santunan atas kecelakaan dan kriminalitas bagi kemanusiaan.

Selain itu mereka juga menuntut insentif bonus disesuaikan dengan jam kerja estimasi satu trip sama dengan satu jam, konsumen dikenakan biaya pembatalan, minimal tarif Rp 20.000, turunkan fee aplikator maksimal 5 persen, konsumen mendaftar menggunakan Nomer Induk Kependudukan (NIK), sediakan fasilitas voice call dengan driver dan konsumen, sebelum membuat kebijakan aplikasi wajib berdiskusi dengan pengemudi atau driver serta pemutihan suspend. [sam]

Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00