Hanura

PSI Allout Dukung Lion Air Boikot Airbus

 JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 03:16:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Rencana Lion Air Group memboikot impor ratusan pesawat Airbus dari Perancis mendapat dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Terlebih, aksi yang dilakukan Lion Air Grup itu merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam melawan larangan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke Uni Eropa.

"Kita apresiasi dan mendukung kebijakan korporasi Lion Air Group yang memboikot impor ratusan Airbus," ujar Jurubicara PSI Bidang Ekonomi dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/4).

Rizal menilai alibi Uni Eropa yang menyebut CPO dari Indonesia tidak ramah lingkungan sebagai alasan yang mengada-ada dan tidak bisa diterima.

Selain itu, dukungan PSI kepada Lion Air Grup ini juga didasarkan pada kenyataan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu industri strategis nasional. Industri ini berkontribusi besar terhadap perekonomian bangsa dan sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk energi nasional.

“Sawit tidak saja menjadi industri strategis tapi juga menjadi satu komoditas strategis. PSI akan allout dukung Lion,” ujar Rizal.

Pendiri Lion Air Grup, Rusdi Kirana menyatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan penggunaan bioavtur berbasis sawit sebagai bahan bakar bagi pesawat komersial. Dia pun menyinggung pihak Airbus yang juga menggunakan bahan bakar berbasis CPO, tapi di satu sisi ikut memboikot CPO dari Indonesia.

Uni Eropa telah menggaungkan penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel) pada 2021. Penggunaan minyak sawit sebagai salah satu biofuel dinilai Parlemen Eropa berpotensi memberantas hutan. Uni Eropa tak hanya melarang peredaran minyak sawit mentah dan biodiesel tapi juga seluruh produk turunan yang menggunakan minyak sawit mentah.

"Bagi negara yang mengenakan pembatasan ekspor bahan bakar terbarukan berbasis sawit, mestinya melihat kalau pesawat udara yang mereka buat ternyata terbang memakai bahan bakar dari komoditas yang justru mereka boikot," ujar Rusdi.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Lion Air Group Edward Sirait mengatakan pihaknya akan mendukung pemerintah dalam melawan pemboikotan ekspor CPO oleh Uni Eropa dengan memboikot Airbus. Tercatat, Lion Air Grup telah memesan sebanyak 234 pesawat Airbus dari Perancis sejak Maret 2013 lalu.

“Mungkin saja. Gini, kita mendorong ekspor negara ini. Sama seperti statement saya yang mengatakan, kita ingin devisa kita untuk perawatan pesawat ini jangan keluar. Apa bedanya? Enggak ada bedanya kan. Kira-kira seperti itu," kata Edward. [rus]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00