Hanura

Bos Pertamina: Di Mana...?

Soal Heboh Kelangkaan Premium

 JUM'AT, 06 APRIL 2018 , 10:37:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bos Pertamina: Di Mana...?

Adiatma Sardjito/Net

RMOL. Heboh kelangkaan BBM jenis Premium dijawab dengan kalem dan tenang oleh Pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik me­nampik kabar kelangkaan terse­but.

"Di mana datanya?" Kata Elia usai seminar nasional bertema Sistem Ekonomi Pancasila di Era Jokowi, di Auditorium Per­pustakaan Nasional, kemarin.

Menurut dia, Pertamina saat ini memang sedang mengu­rangi nozzle Premiun. Namun ia enggan berkomentar lebih panjang soal tersebut.

Dari catatan, Pemerintah sendiri telah memberikan penetapan kuota BBM Premium oleh Pertamina untuk di luar Jawa Madura Bali (Jamali) atau BBM penugasan pada tahun ini sebesar 7,5 kiloliter KL). Angka tersebut memang berkurang dari kuota premium tahun lalu yang mencapai 12,5 juta KL.

Elia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang intensif diskusi dengan pemerintah mengenai arah kebijakan ke depan. Ia menegaskan, Pertamina tidak akan bekerja di luar regulasi, melainkan mengikuti arahan pemerintah sepenuhnya.

Hal serupa disampaikan VP Corporate Communication Per­tamina, Adiatma Sardjito saat dikonfirmasi terkait ramai-ramai kelangkaan Premium.

Dia memastikan, pasokan BBM berjalan normal, dan tak ada kelangkaan Premium. "Nggak ada (kelangkaan)," kata dia, kemarin.

Adiatma melanjutkan, "be­gini, supaya lebih fokus, di mana (kelangkaan premium)? Supaya kita kasih daerah situ, kalau nasional saya nggak tahu, normal saja."

Sebelumnya, External Com­munication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita bicara soal Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Bicara soal Premium, ada Perpres 191 tahun 2014. Pre­mium termasuk jenis bahan ba­kar penugasan yang tidak wajib didistribusikan di wilayah Jawa, Madura, dan Bali," jelas Arya.

Arya menyatakan, kendati tidak diwajibkan, namun Per­tamina masih menjual Premium di wilayah-wilayah tersebut, termasuk DKI Jakarta.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 Pasal 3 ayat (2) dan (3) disebutkan sebagai berikut:(2) Jenis BBM Khusus Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b merupakan BBM jenis Bensin (Gasoline) RON minimum 88 untuk didistribusikan di wilayah penugasan.

(3) Wilayah penugasan seba­gaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indo­nesia kecuali di wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Bali.

Ia melanjutkan, tren konsumsi bahan bakar secara perlahan berpindah dari Premium ke Per­talite atau Pertamax. Untuk itu ia mengharapkan agar masyarakat menggunakan BBM sesuai spesi­fikasi kendaraan demi mendapat­kan performa terbaik.

"Tren pengguna sepeda motor dan mobil sudah banyak yang memakai RON 92 (Pertamax)," pungkas Arya. ***


Komentar Pembaca
Gaduh Impor Beras, Nasdem Minta Jokowi Duduk Bersama Buwas Dan Enggar
Prihatin, Mandiri Tunas Finance Restrukturisasi Kredit Pelanggannya Di Lombok
Fahri: Waspada Pak Jokowi, Ada Tikus Mati Di Lumbung Padi<i>!</i>
Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi<i>!</i>

Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi!

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Gudang Bulog Penuh

Gudang Bulog Penuh

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Fahri: Kebijakan Beras Selalu Menjadi Isu Laten Jelang Pemilu
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00