Hanura

Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Di Jatim Aman

 JUM'AT, 09 MARET 2018 , 20:06:00 WIB | LAPORAN: ARRY KURNIAWAN

Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Di Jatim Aman
RMOL. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk di Jawa Timur (Jatim) saat ini cukup untuk kebutuhan hingga 6 minggu ke depan yang memasuki musim tanam.
Para petani diharapkan tidak resah dengan stok pupuk. Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Ahmad Tossin Sutawikara mengatakan, stok pupuk di gudang-gudang kabupaten dan Kota di seluruh Jawa Timur, saat ini sebesar 347.456 Ton atau 3 kali lipat lebih dari ketentuan minumum sebesar 109.252 ton.

"Untuk wilayah Jawa Timur, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk tiga kali lipat melebihi dari alokasi yang ditentukan oleh Pemerintah. Kita menjamin, stok pupuk ini dapat memenuhi kebutuhan petani untuk musim tanam," kata Tossin di Jakarta, Jumat (9/3).

Diterangkannya, hingga 8 Maret 2018, stok di provinsi Jawa Timur untuk pupuk urea di gudang saat ini mencapai 161.003 Ton, NPK sebesar 95.967 ton, SP-36 sebesar 18.869 ton, ZA sebesar 36.210 ton dan Organik sebesar 35.406 ton, keseluruhannya siap disalurkan ke 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur

Ia menegaskan, stok urea mencukupi permintaan para petani sepanjang masa tanam ini, apalagi pasokan relatif lancar.

Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah, kata Tossin, juga menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Tossin menambahkan mengenai keluhan petani yang tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi, karena masih ada sebagian petani yang belum menyusun RDKK sehingga tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, termasuk juga sejumlah petani LMDH.

Untuk menanggulangi hal ini PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerbitkan Surat Edaran yang mewajibkan Anggota Holding Pupuk untuk menyediakan pupuk non subsidi di Kios Resmi, termasuk mensosialisasikannya kepada masyarakat, bahwa seandainyapun belum menyusun RDKK sehingga tidak termasuk dalam Kelompok Tani, Petani dimaksud masih dapat membeli pupuk dengan harga komersial.

Untuk pendistribusian pupuk urea bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan No. 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV sesuai dengan prinsip 6 (Enam) Tepat, yaitu Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu, dan Peraturan Menteri Pertanian No. 47/Permentan/SR.310/12/2017  tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi.

Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan namun pada prakteknya, Pupuk Indonesia menyiapkan Stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

"Kami selaku Pupuk Indonesia taat kepada peraturan pemerintah, dalam menjalankan amanah untuk pendistribusian pupuk sesuai prinsip 6 Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu dan tepat harga," tutup Tossin.  [rry]

Komentar Pembaca
Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

, 25 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

, 25 SEPTEMBER 2018 , 03:53:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Klarifikasi Ketum GNPF

Klarifikasi Ketum GNPF

, 25 SEPTEMBER 2018 , 00:52:00