Kenapa Naiknya Diam-diam?

Netizen Soal BBM

Selasa, 27 Februari 2018, 11:35 WIB

Foto/Net

RMOL. BBM non-subsidi naik. Cuma naiknya tanpa pengumuman. Netizen protes menyalahkan pemerintah, kenapa naiknya diam-diam?

Mulai Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 00.00 WIB, BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data resmi laman Pertamina, kenaikan BBM jenis Pertamax menjadi Rp 8.900 per liter, dari semula Rp 8.600 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10.100 per liter dari sebelumnya Rp 9.600 per liter. Sementara, BBM jenis Dexlite naik menjadi Rp 8.100 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp 10.000 per liter.

Di Twitter, akun Wakil Ketua MUI @ustadtengkuzul mengabarkan kenaikan ini lewat cuitannya. "Tadi Malam Saya Isi bahan Bakar Mobil Pertamax Naik Lagi dari Rp 8400-Rp 8.600 Menjadi Rp 8.900. Bagi Saya Itu Tidak Terlalu Memberatkan, Tapi Caranya Diam-diam Itu yang TIDAK FAIR. Dulu Mereka Ribut Sampai ke Langit Tiap Ada KENAIKAN BBM," cuitnya.

Akun @jalan_sutera juga menyayangkan. "Dulu kalo BBM mau naik diumumin dulu, timbul pro kontra, demo dimana-mana sampai walk out segala sambil nangis. Sekarang dalam waktu singkat BBM naik berulang kali karena yang sekarang naikin harga kan rezim yang dulu suka demo-demo itu," cuitnya disambut @ekowBoy. "Utang makin menggunung. Impor beras, garam dst. Infrastruktur roboh, BBM, TDL naik diam-diam. Bandara, pelabuhan dilelang. Rakyat busung lapar," kicaunya.

Sementara, akun @Umnia77 menyindir halus. "Pak De mah Orangnya Pemalu, jadi kalau mau Naikin BBM Selalu diam diam, Sebab kalau Pamer nanti disangkanya Riya," kicau dia. Akun @Bhatosai666 menyanggah Pertamina yang mengaku kenaikan ini sudah diumumin terlebih dahulu. "Kalau gak diam-diam kok banyak rakyat yang gak tau. Hey?" cuitnya disambut akun @irwankage. "Ga diam-diam, cuma ga bilang-bilang aja. Hahahaha kocak." Akun @ Wandasil25 menimpali. "Diam-diam menghanyutkan Pertamina sekarang, tau tau naik aja."

Sedangkan akun @Asfar_mnur menyalahkan Jokowi. "Presiden Jokowi memang hebat, diam-diam menaikkan harga BBM, dengan begitu masyarakat tidak sadar akan kenaikan dan mahasiswa tidak bisa berbuat banyak untuk menolak kenaikan harga BBM," cuit dia disamber @CDY139. "Bola Bali Mundak."

Sementara @CepJohan bertanya kepada wakil rakyat. "Wakil Rakyat ke mana? BBM naik koq diam?" tanya dia diamini @Jhonkosmik. "Parpol oposisi di Indonesia itu aneh. Kenaikan BBM, mingkem. Indikasi kecurangan KPU, diam. Mereka sesungguhnya bukan parpol oposisi."

Banyak juga netizen yang meluruskan kritikan tersebut. Akun @rulldarwis mengingatkan, BBM non-subsidi bukan urusan pemerintah. "Pertamax itu bukan ber subsidi jadi kalau naik ya naik aja. Makanya kalau cebok tu yang bersih biar hati sama cocot mu juga bersih," sindirnya diamini @4M4R4_gen2. "Lucu lho. Serasa pinter tapi keblinger. Kan sudah disepakati dari lama, Pemerintah tuh ngumumin kalau terkait perubahan harga BBM subsidi. Kalau yang Non-Subsidi itu kewenangan Pertamina atas kondisi pasar. Lagian Pertamax sudah berulang kali berubah harga kok tanpa pemberitahuan Pemerintah. Kok nyalahin," tulisnya panjang. Akun @Sigumoang3 cuma bisa ketawa. "Hahaha anak esde saja tau pertamax bukan subsidi, kirain dah pinter," cuitnya dijawab @iwankecil membandingkan. "Desember 2013 pertamax tau2-tau naik jadi Rp 10.250 perliter tanpa pengumuman. Kenapa? Ya emang gitu mekanismenya," cuitnya memberi contoh.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan seluruh jenis BBM umum yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami perubahan harga. “Yang mengalami penyesuaian harga itu adalah harga BBM nonsubsidi alias jenis BBM umum atau BBM non-penugasan. Evaluasi harga jual BBM jenis umum atau BBM non penugasan ini dilakukan secara periodik. Jika harga minyak dunia bergerak naik, maka harga jual BBM hingga ke konsumen harus mengalami penyesuaian. BBM jenis ini harganya mengikuti harga di pasar yaitu rata-rata harga minyak mentah dan rata-rata nilai kurs. Jadi berfluktuasi," tulis Adiatma dalam rilisnya. ***
Tag:

Kolom Komentar


loading