Hanura

Calon Kuat Gubernur BI Ini Diminta Unjuk Independensinya

 SENIN, 26 FEBRUARI 2018 , 14:25:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Calon Kuat Gubernur BI Ini Diminta Unjuk Independensinya

Perry Warjiyo/Net

RMOL. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo segera berakhir masa jabatannya pada Mei 2018 mendatang. Ini artinya, proses pemilihan bakal segera berlangsung.
Salah satu calon kuat adalah Perry Warjiyo yang telah diajukan Presiden Jokowi ke DPR.

Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Ahmad Deni Daruri menilai Perry pantas menjabat gubernur BI.

"Saya kira, BI perlu dipimpin seseorang yang  ahli moneter. Dan, Pak Ferry itu jagonya. Bidang dia memang itu," kata Deni kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/2).

Masih kata Deni, bank sentral Indonesia selama satu dekade ini, dipimpin gubernur yang di luar sektor moneter. Mulai Darmin Nasution yang jago pajak dan pasar modal, atau Agus Martowardojo yang bidangnya perbankan.

Untuk mendoron agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga bahkan meningkat, menurut Deni, harus segera dipadukan dengan instrumen kebijakan moneter yang sejalan dan searah dengan instrumen fiskal yang telah dibuat oleh pemerintah.

"Saya rasa pak Ferry cocoklah sebagai Gubernur BI. karena sesuai dengan kebutuhan saat ini," kata Deni.

Meski mendukung, Deni menegaskan perlunya Perry Warjiyo menunjukkan independensinya sebelum terpilih menjadi gubernur BI.

"Kalau terpilih, Pak Ferry harus bisa bersikap independen. Jangan sampai mudah diintervensi untuk kepentingan politik 2019. Itu lebih berbahaya lagi," pungkas Deni.[wid]



Komentar Pembaca
Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

, 25 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

, 25 SEPTEMBER 2018 , 03:53:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Klarifikasi Ketum GNPF

Klarifikasi Ketum GNPF

, 25 SEPTEMBER 2018 , 00:52:00