Hanura

Danamon Cuma Mau Lepas Saham Hingga 40 Persen

Dicaplok Bank of Tokyo Mitsubishi

 RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 11:48:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Danamon Cuma Mau Lepas Saham Hingga 40 Persen

Foto/Net

RMOL. Proses akuisisi PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon Indonesia) oleh Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) terus bergulir. Sekarang ini rencana pencaplokan saham itu masih menanti hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Usaha (RUPS) Bank Danamon yang baru akan digelar bulan depan.
 Direktur Kepatuhan Bank Danamon Rita Mirasar men­gatakan, Bank Danamon bakal menggelar RUPS pada 20 Maret untuk membahas hal tersebut. Asal tahu saja, saat ini BTMU baru mengantongi 19,9 persen saham di Danamon.

"Untuk keputusan apakah disetujui BTMU memiliki 40 persen saham akan kami ajukan pada RUPS yang akan kami ada­kan pada 20 Maret mendatang,"  ujarnya saat ditemui Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Setelah mendapatkan persetu­juan pemegang saham, kata Rita, BTMU bakal mengajukan izin ke pihak otoritas untuk menjadi Pe­megang Saham Pengendali (PSP). Ia pun memastikan, perusahaan akan mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh regulator.

Rita menyebut, penyelesaian akuisisi saham emiten berkode BDMN oleh BTMU akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahapan per­tama, yakni akuisisi saham sebesar 19,9 persen, yang sudah rampung pada Desember 2017 lalu.

Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Bank Dana­mon Satinder Ahluwalia menu­turkan, proses pengambilalihan saham Bank Danamon seharus­nya sesuai aturan. Karena itu, perusahaan meminta BTMU hanya ambil alih 40 persen.

"Sekarang ini aturan maksimal saham itu 40 persen. Karena itu, pada step kedua, kami minta BTMU hanya ambil alih 40 persen. Ikuti aturan yang ada, itu yang penting. Kalau mereka minta di atas itu, pasti sulit," tegasnya.

Karenanya ia tidak ingin men­gomentari keinginan BTMU yang minat menguasai 73,8 persen saham Danamon.

"Fokus kami dalam 3-6 bulan ke depan menyelesaikan langkah kedua," jelasnya.

Meskipun demikian, aksi ko­rporasi lanjutan tersebut masih harus membutuhkan persetujuan pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh sebab itu, Bank Danamon mengestimasikan proses pembelian saham masih akan berlanjut hingga setidaknya enam bulan ke depan.

Menyoal ini, Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyam­bada mengatakan, proses akuisis BTMU dan Danamon ini memang terus dipantau. Akuisisi BTMU terhadap emiten milik kelompok Temasek Holdings ini berpotensi membuat sahamnya terbang ting­gi dalam jangka panjang.

"Rupiah di Rp 13.300 per dolar Amerika Serikat (AS), maka pasca MUFG melakukan akuisisi dan kelar membeli sa­ham, harganya dapat mencapai kisaran Rp 5.970-Rp 6.000 per saham. Ini sangat menarik, den­gan perhitungan tersebut, maka price to book value BDMN bisa mencapai 0,67 kali," tuturnya kepada Rakyat Merdeka.

Ia pun menyarankan, investor untuk menahan beli dan me­nantikan realisasi dari rencana akuisisi ini.

"Pasca pengumuman (akui­sisi), sahamnya sempat naik signifikan, tapi waktu itu sempat turun karena belum ada berita penyelesaian tuntas. Jadi ya ka­lau kita lihat, masih ada potensi aksi korporasi ini bakal makan waktu lama," katanya.

Kinerja Danamon Catat Ke­naikan Laba 38 Persen Berbicara kinerja, Bank Da­namon berhasil membukukan laba bersih Rp 3,7 triliun di 2017, atau tumbuh 38 persen jika dibandingkan dengan perolehan laba di periode sama tahun sebe­lumnya.

Direktur Utama Bank Da­namon Sng Seow Wah menga­takan, hasil positif itu didorong oleh biaya dana yang lebih rendah, disiplinnya pengelolaan biaya operasional dan kualitas aset yang lebih baik.

"Bank Danamon membuku­kan laba seiring dengan menin­gkatnya momentum dari inisiatif strategis jangka panjang. Selain itu, kinerja positif ini adalah ha­sil upaya kami dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta penerapan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif," tuturnya.

Untuk pendapatan bunga bersih berhasil dibukukan Bank Dana­mon hingga Rp 14,17 triliun atau naik 3 persen, jika dibandingkan dengan perolehan di periode sama tahun sebelumnya. Sementara biaya kredit turun 20 persen dari Rp 4,35 triliun di 2016 menjadi Rp 3,46 triliun di 2017.

Rendahnya biaya kredit, mem­buat laba operasional Bank Da­namon naik dari Rp 4,71 triliun menjadi Rp 5,54 triliun. Semen­tara berbicara kredit dan trade finance, sampai dengan 2017 ter­catat mencapai Rp 129,72 triliun, atau meningkat 2 persen, jika dibandingkan tahun 2016 yang tercatat Rp 127,31 triliun. Untuk rasio keuangan, seperti margin bunga bersih tercatat sebesar 9,3 persen, NPL turun dari 3,1 persen menjadi 2,8 persen dan tingkat kecukupan modal (CAR) mencapai 22,1 persen.  ***


Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00