Hanura

Sri Cawapres Papan Atas

Jadi Menteri Terbaik Dunia

 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 11:23:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sri Cawapres Papan Atas

Sri Mulyani/Net

RMOL. Sri Mulyani kembali menunjukkan kelasnya. Menteri Keuangan di pemerintahan Jokowi-JK itu dianugerahi gelar sebagai menteri terbaik di dunia. Gelar ini seolah jadi penegasan bahwa Sri Mul merupakan bakal cawapres papan atas dibanding nama yang lain.
Penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia diberikan kepada Sri Mul di acara World Government Summit yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu lalu. Penghargaan ini, merupakan acara tahunan yang digelar sejak 2016. Sri Mul, tercatat sebagai wakil Asia pertama yang mendapat gelar.

Sebelumnya, pada 2016, penghargaan Menteri Terbaik di Dunia diberikan kepada Gregory Andrew Hunt ketika menjabat Menteri Lingkungan Australia. Kemudian, pada 2017, penghargaan diberikan kepada Menteri Kesehatan dan Aksi Sosial Senegal Awa Marie Coll-Seck.

Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young yang ditunjuk oleh World Government Summit. Di tahun ini, penghargaan ini diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Sri Mul gembira meraih prestasi ini. "Penghargaan ini saya dedikasikan kepada pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo dan 257 juta rakyat Indonesia serta 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menuju bangsa Indonesia yang bermartabat, adil, dan makmur," tulis Sri dalam akun Instagram-nya.

Prestasi ini sontak mencuri perhatian netizen. Bahkan, sejak penghargaan itu diberikan, nama Sri Mul sempat bertengger di 10 besar trending topik Indonesia, di jejaring Twitter. Banyak yang merasa bangga atas prestasi yang di torehkan oleh Sri Mul.

Rasa bangga disampaikan tokoh Nahdlatul Ulama, Kiai Mustofa Bisri, atau biasa disebut Gus Mus. "Selamat untuk Ibu Sri Mulyani yang menerima 'Penghargaan Dunia' sebagai Menteri Terbaik di dunia. Pasti ini berdasarkan Kinerja, bukan Bicara. Mabrűk alfu alfi mabrűk... Kami ikut bangga," cuit @gusmusgusmu.

Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas juga menyampaikan pujian senada. "Bu Sri Mulyani, seorang perempuan yang menginspirasi. Terima kasih Ibu! Kami bangga!,"  cuit @TsamaraDKI.

Prestasi ini juga menjadi hal membanggakan bagi artis Cinta Laura Kiehl. "Congratulations Ibu Sri Mulyani! Very proud of you!," cuit @xcintakiehlx.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris mencoba mengaitkan prestasi ini dengan peluang politik Sri Mul. Baginya, Sri Mul potensial mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Selamat untuk Bu Sri Mulyani Indrawati atas penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Dunia. Sebuah prestasi membanggakan bangsa, yang semakin memperbesar peluang bu Sri Mulyani sebagai cawapres bagi @jokowi," cuit @sy_haris.

Namun, tidak semua memuji prestasi Sri Mul. Kelompok oposisi justru mempertanyakan kenapa gelar itu diberikan kepada Sri Mul. "Kok bisa jadi menteri keuangan terbaik ketika target tak ada yg tercapai (pertumbuhan n pajak), subsidi dicabuti, impor naik, utang melonjak," cuit Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di akun Twitter miliknya, @fadlizon.

Sontak, cuitan politisi Gerindra itu menjadi bulan-bulanan netizen. Salah satunya dari @Gunawanbukasari. "Semoga tidak ada penilaian pimpinan DPR terburuk di dunia, kalo ada pasti anda pemenangnya," cuitnya. "Anda iri ya @fadlizon sama ibu Sri Mulyani, kalau boleh saya tanya prestasi anda apa selama jdi anggota DPR...???" timpal @ Eka_Al_Rasyid.

Dipertanyakan oleh Fadli Zon, Sri Mul justru tampil menunduk. Mantan Direktur Bank Dunia itu enggan berpolemik. "Oh masa? Saya enggak lihat," kata Sri Mulyani kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, kemarin. "Iya, enggak perlu ditanggepin," kata Sri Mul sambil tersenyum dan mengangkat pundaknya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit tidak menampik jika Sri Mul menjadi sosok tepat menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Baginya, Jokowi membutuhkan sosok teknokrat yang mampu mendongkrak ekonomi yang tumbuh lambat. "Jokowi itu masuk kategori belum berhasil. Pembangunan belum ada dampaknya, perlu seorang teknokrat yang mampu memutar roda ekonomi. Kalau pendamping Jokowi itu politisi, tidak pas," ujar Arbi kepada Rakyat Merdeka.

Namun, dia menyarankan kepada Jokowi agar memberikan ruang gerak besar kepada Sri Mul jika nantinya menang di Pilpres 2019. Menurutnya, di era saat ini Jokowi tidak memberi ruang kepada JK untuk membangun ekonomi. "Berbeda waktu JK bersama SBY, JK diberikan ruang ngurus ekonomi,"  pungkasnya. ***

Komentar Pembaca
Gaduh Impor Beras, Nasdem Minta Jokowi Duduk Bersama Buwas Dan Enggar
Prihatin, Mandiri Tunas Finance Restrukturisasi Kredit Pelanggannya Di Lombok
Fahri: Waspada Pak Jokowi, Ada Tikus Mati Di Lumbung Padi<i>!</i>
Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi<i>!</i>

Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi!

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Gudang Bulog Penuh

Gudang Bulog Penuh

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Fahri: Kebijakan Beras Selalu Menjadi Isu Laten Jelang Pemilu
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00