Hanura

Organda Kasih Usulan, Mobil Pribadi Dibatasi

Cegah Macet Arus Mudik Lebaran

 MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 , 09:52:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Organda Kasih Usulan, Mobil Pribadi Dibatasi

Foto/Net

RMOL. Organisasi Pengusaha Ang­kutan Darat (Organda) men­gusulkan kepada pemerintah untuk membatasi kendaraan golongan I atau mobil pribadi di jalan tol untuk mencegah kemacetan saat arus mudik Lebaran. Pasalnya, 88 persen pengguna jalan tol adalah ken­daraan golongan I.
Organda menilai pemberlakuan ganjil-genap merupakan solusi tepat sasaran untuk mengatasi tingkat kepadatan kendaraan dan kemacetan jalan raya dalam keg­iatan tahunan Indonesia tersebut. Berdasarkan data Organda, vol­ume kendaraan di jalan dikuasai oleh golongan I sebesar 88 persen, golongan II dan III sebesar 9 persen dan golongan IV dan V sebesar 3 persen.

Organda tidak memungkiri bahwa potensi kecelakaan truk adalah salah satu penyebab kemacetan. Namun, tidak setuju jika dituding sebagai penyebab utama kemacetan.

Ketua DPP Organda Ang­kutan Barang Ivan Kamadjaja mengatakan, solusi-solusi yang diutarakan dalam rapat koordi­nasi masih kurang efektif. Jika beberapa waktu lalu sudah sepa­kat penyebab utama kemacetan adalah volume kendaraan, maka solusi juga harus berkaitan den­gan mengurangi volume.

"Solusinya penerapan pem­batasan ganji-genap Golongan I sebagai penyumbang kepadatan lalu lintas terbesar," ujarnya di Jakarta.

Menurut dia, pembatasan ganjil genap yang dimaksud bukan berarti kendaraan golon­gan I tidak boleh lewat sama sekali, melainkan diarahkan untuk menggunakan jalur al­ternatif. Masa uji coba di ruas tol Jakarta-Cikampek Oktober 2017 lalu membuktikan bahwa kemacetan lebih tinggi jika truk golongan III ke atas diarahkan menggunakan jalur alternatif, dan tidak ada pembatasan ganjil genap untuk golongan I di jalan utama.

Organda pun menyoroti bah­wa truk angkutan barang adalah elemen penting dalam sistem logistik nasional dengan tingkat kontribusi sebesar 51 persen. Periode Lebaran sendiri diten­garai sebagai salah satu periode paling sibuk di Indonesia, tak terkecuali pengiriman barang stok bahan pokok.

Organda memandang, pem­batasan truk angkutan barang tanpa solusi yang tepat sasaran akan sangat mengganggu arus dan pertumbuhan ekonomi na­sional. Pembatasan tersebut secara nyata akan berdampak ke­pada kenaikan harga barang dan kekurangan pasokan barang.

Untuk diketahui, pemerintah pada Rabu (30/1) menggelar Rapat Koordinasi Persiapaan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2018. Dalam rapat tersebut kembali menyorot bahwa potensi penyebab kemac­etan di jalan raya selama Lebaran adalah truk. Kesimpulan se­mentara ramat adalah angkutan barang Golongan III – V akan kembali diawasi dan dibatasi dengan berbagai cara. ***

Komentar Pembaca
Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

, 25 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

, 25 SEPTEMBER 2018 , 03:53:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Klarifikasi Ketum GNPF

Klarifikasi Ketum GNPF

, 25 SEPTEMBER 2018 , 00:52:00