Hanura

Universitas Pertamina Buka Peluang Sinergi Dengan Pemerintah Daerah

 SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 15:30:00 WIB

Universitas Pertamina Buka Peluang Sinergi Dengan Pemerintah Daerah

Akhmaloka/Net

RMOL. Rektor Universitas Pertamina Prof. Akhmaloka, Ph.D menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Hal itu dikemukakannya dalam seminar “Prospek Ekonomi 2018: Menggali Potensi Daerah” yang diadakan universitas tersebut bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Auditorium Gedung Griya Legita, Universitas Pertamina, Jakarta.

"Kami dari Universitas Pertamina dengan senang hati bekerja sama dengan pemerintah seluruh daerah di Indonesia, kabupaten, kota atau provinsi untuk meneliti potensi daerah yang dapat dikembangkan," ujar Akhmaloka.

Menurutnya, jika sinergi tersebut dapat dilakukan dengan baik, Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya dari negara yang maju lebih dulu. "Kami yakin kerja sama antara pemda dan civitas akademika akan membawa Indonesia lebih maju dari sekarang," ujarnya optimistis.

Sementara itu, Ketua APEKSI sekaligus Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany yang menjadi salah satu pembicara menuturkan, salah satu contoh upaya awal yang bisa dilakukan bersama adalah dengan diselenggarakannya seminar ini.

"Pembahasan dalam seminar dapat memberikan gagasan atau inovasi baru bagi para kepala daerah untuk lebih baik lagi dalam membangun daerah masing-masing melalui berbagai potensi yang dimiliki. Apalagi seperti yang diamanatkan Presiden, pembangunan di daerah secara tidak langsung akan membuat pusat menjadi lebih baik," ujar Airin.

Seminar ini membahas seputar permasalahan dan bagaimana Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi yang berkembang dinamis, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Pada kesempatan itu juga dibahas tentang bagaimana upaya-upaya yang dilakukan pemerintah kota seluruh Indonesia untuk memaksimalkan potensi daerah guna menjawab tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bergerak dinamis. Karena Bank Indonesia memproyeksikan, pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 5,1 persen - 5,8 persen.[wid/***]



Komentar Pembaca
2017-2018, Pemerintah Tambah Utang Rp 1,47 Triliun Per Hari<i>!</i>
Gaduh Impor Beras, Nasdem Minta Jokowi Duduk Bersama Buwas Dan Enggar
Prihatin, Mandiri Tunas Finance Restrukturisasi Kredit Pelanggannya Di Lombok
Fahri: Waspada Pak Jokowi, Ada Tikus Mati Di Lumbung Padi<i>!</i>
Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi<i>!</i>

Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi!

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Gudang Bulog Penuh

Gudang Bulog Penuh

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00