Verified
Hanura

Kembali Nyungsep, Rupiah Diramal Sentuh Rp 13.600

Penerimaan Pajak Rendah & Suku Bunga The Fed Bakal Naik

 SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 09:11:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kembali Nyungsep, Rupiah Diramal Sentuh Rp 13.600

Foto/Net

RMOL. Rupiah dinilai masih mengalami akan lesu darah, kendati sempat rebound pada Jumat (3/11). Kemarin, rupiah nyungsep lagi.

 Berdasarkan kurs ref­erensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) kemarin, rupiah berada di level Rp 13.529 per dolar AS, terdepresiasi 0,21 persen dari Senin atau melemah 29 poin dari posisi Rp 13.500 pada Jumat (3/11).

Menurut Wakil Direktur In­stitute for Development of Eco­nomics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, dalam jangka pendek hingga akhir tahun, rupiah sebet­ulnya masih berpotensi melemah di kisaran Rp 13.500 hingga Rp 13.600 per dolar AS.

Penyebabnya, sambung Eko, risiko fiskal yang meninggi lan­taran potensi penerimaan pajak yang rendah. Sedangkan dari eksternal, ada ekspektasi pasar mengenai rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2017 mendatang.

"Apalagi kalau nanti akhir ta­hun penerimaan pajak di bawah 90 persen, risikonya besar. Dana asing keluar-masuk masih akan ada," jelasnya kepada Rakyat Merdeka.

Hingga September 2017, pen­erimaan pajak baru mencapai Rp 770 triliun atau 60 persen dari target Rp 1.283,6 triliun. Namun, menurut Eko, risiko tersebut dapat diredam jika pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun ini bagus.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00

Pecahkan Kode Perempuan

Pecahkan Kode Perempuan

, 19 OKTOBER 2018 , 04:43:00

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

Baksos Untuk Sulteng Dan NTB

, 18 OKTOBER 2018 , 03:54:00