Palyja: Butuh Investasi Rp 2,5 Triliun Untuk Air Bersih Warga DKI Tahun 2020

Kamis, 29 September 2016, 09:39 WIB | Laporan: Widya Victoria

Meyritha Maryanie/Net

RMOL. PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), operator penyediaan dan pelayanan air bersih di wilayah Barat DKI Jakarta mengajak berbagai instansi terkait untuk memperluas dan mempererat kemitraan demi peningkatan akses air minum untuk warga Jakarta.

Corporate Communications & Social Responsibilities Head Palyja, Meyritha Maryanie memaparkan, berdasarkan survei PAM Jaya bersama kedua operator, permintaan air minum di Jakarta mencapai 26.100 liter per detik, sementara yang dapat dipenuhi 17 ribu liter per detik.

"Sehingga, ada defisit sebesar 9.100 liter per detik," terangnya.

Untuk pemenuhan 95 persen area cakupan pelayanan air bersih di bagian Barat DKI Jakarta pada tahun 2020, terang Meyritha, Palyja membutuhkan tambahan sumber air baku dan jaringan pipa air bersih. Setidaknya perlu investasi sebesar Rp 2,5 triliun untuk penambahan pipa distribusi sepanjang 2.500 Km dan juga 250 ribu sambungan baru.

Sejauh ini Palyja berupaya melakukan penambahan sumber air baku dari dalam Jakarta yaitu dengan pembangunan Instalasi di beberapa lokasi yaitu Kanal Banjir Barat, Taman Kota, Pesanggrahan dan Hutan Kota. Selain itu juga membawa beberapa inovasi teknologi sebagai salah satu solusi dalam penyediaan air baku.

"Salah satu teknologi yang dibawa adalah teknologi Moving Bed Biofilm Reactor atau MBBR untuk mengolah air sungai Jakarta yang terpolusi," beber Meyritha melalui siaran pers Palyja yang diterima redaksi.

Dengan teknologi ini, menurut Meyritha, air sungai yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan, bisa digunakan kembali sebagai air baku untuk diolah menjadi air bersih. Teknologi yang pertama di Asia Tenggara ini dapat menambah pasokan air sebesar 550 liter per detik di Kanal Banjir Barat untuk sekitar 150 ribu warga barat Jakarta.

Untuk diketahui pula, lanjut Meyritha, selama 18 tahun beroperasi di Jakarta, Palyja sukses menekan angka kebocoran air atau non-revenue water dari sekitar 60 persen pada tahun 1998 menjadi sekitar 39 persen pada akhir tahun 2015.

Selain itu beberapa program inovasi juga dilakukan oleh Palyja seperti online bill di website, system Meter Reading Online, bill on spot untuk mempercepat info tagihan. Kemudian kemudahan pembayaran melalui Bank, PPOB, dan jarinagan minimarket, plus fasilitas call center yang siap melayani 24/7 dengan dukungan agen yang terlatih.

"Saat ini Palyja telah melayani lebih dari 3 juta masyarakat Jakarta yang tinggal di wilayah barat sungai Ciliwung. Dengan kata lain peningkatan populasi yang terlayani mencapai dua kali lipat sejak tahun 1998 yang melayani  1,5 juta orang," terangnya.

Dari peningkatan jumlah pelanggan tersebut, pertumbuhan pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sangat signifikan. Sejak tahun 1998 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilayani telah meningkat lebih dari delapan kali lipat, dari 60 ribu penduduk menjadi lebih dari 500 ribu penduduk.

Sementara jumlah sambungan air bersih Palyja hingga akhir tahun 2015 telah mencapai lebih dari 405 ribu. Angka tersebut juga telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1998 sekitar 200 ribu sambungan.

"PALYJA bertekad untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat Jakarta yang tinggal dalam wilayah pelayanannya," demikian Meyritha.[wid]

Tag:

Kolom Komentar


loading