Hanura

Wisma Bakrie Digeruduk Ratusan Orang

 KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 , 18:07:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wisma Bakrie Digeruduk Ratusan Orang

foto/net

RMOL. Lebih dari seratus orang yang mengaku mewakili pemilik unit Hotel Pullman Bali menyambangi Wisma Bakrie, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/9) untuk menyampaikan protes.
Protes ditujukan kepada pengelola PT Samudera Asia Nasional (SAN), yang merupakan anak usaha PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS) karena dinilai telah ingkar janji oleh para investor atau owner unit Hotel Pullman Bali. Pasalnya, imbal hasil atas unit yang dimiliki owner unit belum dibayar lunas, sementara pihak Bakrie menjual begitu saja keseluruhan Hotel Pullman ke pihak lain, yakni PT Mitra Maju Sukses (MMS).

Namun sayang, kehadiran para demonstran ini tidak disambut baik pihak Bakrie. Mereka ditelantarkan begitu saja di depan Wisma Bakrie.

"Sangat disayangkan, keluarga Bakrie yang menjadi pemimpin di negeri ini, menelantarkan lebih dari 100 partner bisnis yang sudah memberi kepercayaan padanya. Bagaimana keluarga Bakrie bisa dipercaya memimpin negeri ini, jika partner bisnisnya saja dikhianati?" ujar Ketua Asosiasi Pemilik (Owner) 324 Unit Hotel Pullman Bali Rudy Suheri dalam aksi demo tersebut.

Para demonstran ini membawa aneka poster dan banner untuk mengekspresikan kemarahan kepada Bakrie dan pemilik baru Hotel Pullman Bali yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Mereka memprotes pihak pengelola PT Samudera Asia Nasional (SAN), anak usaha PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS) yang dinilai telah ingkar janji. Bertahun-tahun, imbal hasil atas unit yang mereka miliki belum dibayar lunas. Namun pihak Bakrie menjual keseluruhan Hotel Pullman ke pihak lain yakni PT Mitra Maju Sukses (MMS). Lebih dari itu, mereka menerbitkan cek kosong kepada beberapa investor yang saat ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya untuk diproses.

Sementara itu, praktisi hukum dari DK & Situmorang Lawyers, Veronica Situmorang menegaskan bahwa akuisisi yang dilakukan PT SAN cacat hukum. Menurut dia, akuisisi seyogyanya dilakukan setelah kewajiban terhadap pemangku kepentingan (owner unit) diselesaikan. Selain itu, posisi para owner unit juga lebih kuat dibanding pemegang saham minoritas.

"Kuasa mutlak yang diberikan PT BNS kepada PT MMS adalah suatu perbuatan melawan hukum," ujarnya.

Menurut dia, para owner unit yang sudah diingkari haknya bertahun-tahun mengancam akan mencabut hak kuasa pengelolaan unitnya kepada PT SAN.

"Pihak owner unit memberikan tenggat waktu sampai akhir September 2015 bagi PT SAN untuk membayar utangnya. Termasuk membuatkan escrow account bersama, agar pembayaran atas unit Hotel Pullman Bali bisa melibatkan asosiasi pemilik unit," tandasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00