Hanura

Darwin: Jangan Tawari Mobil Mewah Premium

Minta Pertamina Latih Petugas SPBU

 SELASA, 08 MARET 2011 , 02:11:00 WIB

Darwin: Jangan Tawari Mobil Mewah Premium

Darwin Zahedy Saleh

RMOL.Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mendesak Pertamina me­latih para petugas SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).

Pelatihan ini dimaksudkan agar para petugas itu tidak me­na­war­kan premium kepada mo­bil me­wah yang tidak layak meng­­kon­sumsi BBM bersubsidi.

“Pemerintah akan segera me­minta BPH Migas (Badan Pe­ngatur Hilir Minyak dan Gas) dan Pertamina menjalankan amanah Peraturan Presiden (Perpres) ten­tang penyaluran BBM dengan sebaik-sebaiknya,” ujar Darwin via SMS kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, subsidi energi adalah subsidi terbesar dalam APBN, yakni Rp 136,6 triliun pa­da  2011 yang di dalamnya terda­pat subsidi BBM jumlahnya yang paling besar Rp 78,3 tri­liun. Angka itu terus meningkat.

Kenaikan angka subsidi BBM itu disebabkan keti­dak­tahu­dirian golongan mampu serta ke­ti­dak­per­dulian petugas SBPU. Se­bab itu, perlu penegakan hu­kum yang di­perkuat dan mem­berikan pela­tihan kepada petugas SPBU.

Darwin mencontohkan, saat akan membayar parkir, petu­gas­nya pasti menanyakan apakah ba­yar cash atau menggunakan kartu debit. Bahkan petugas tidak se­gan menyebutkan salah satu me­rek kartu keluaran bank swas­ta. Jika dicermati, dengan ber­ta­nya seperti itu, terasa se­kali pe­tugas sudah dilatih untuk ikut me­ma­sarkan card yang dimaksud.

“Ternyata petugas bisa dilatih agar bertindak sesuai target pe­rusahaan atau untuk misi-misi tertentu. Semestinya untuk misi negara juga bisa,” katanya.

Namun, Darwin menya­yang­kan itu tidak dilakukan petugas SPBU. Petugas sering bertanya kepada konsumen, mau isi perta­max atau premium tanpa perduli itu mobil mewah yang ber­spe­sifikasi bahan bakar pertamax.

Akibatnya, para petugas SPBU itu tanpa sadar ikut memasarkan BBM bersubsidi kepada yang ti­dak berhak. Alhasil, volume pen­jualan premium melebihi kuota APBN. “Padahal, dalam undang-undang sudah jelas dise­butkan subsidi BBM hanya untuk golo­ngan tidak mampu,” tegasnya.

“Ke depannya, ketika mem­ba­yar pembeli akan diberi struk bertuliskan harga riil BBM, sub­sidi negara per liter dan harga pem­bayaran per liter. Dalam struk itu juga akan ditambahkan tulisan jangan ambil subsidi yang bukan hak anda,” jelas Darwin.

Dia juga berha­rap, BPH Mi­gas didorong untuk lebih men­jalan­kan peranannya sebagai penga­was dan meng­ingatkan Pemerin­tah Daerah Ting­kat II agar BBM bersubsidi tersalur­kan tepat sasaran.

Darwin juga akan memberi­kan penghargaan kepada Pemda yang berhasil menjaga hak rak­yat yang tidak mampu. Sebalik­nya, Pemda yang tidak berhasil perlu diingat­kan dan dimintakan perencanaan yang lebih ketat ke­tika meminta jatah kuota BBM bersubsidi un­tuk tahun depan.

“Subsidi adalah hak rakyat tidak mampu. Pemerintah akan meng­ajak golongan mampu ikut men­jaga hak-hak kaum duafa. Jadi, bu­kan ikut-ikutan menyedot sub­sidi yang bukan haknya go­longan mampu itu,” jelasnya. [RM]


Komentar Pembaca
2017-2018, Pemerintah Tambah Utang Rp 1,47 Triliun Per Hari<i>!</i>
Gaduh Impor Beras, Nasdem Minta Jokowi Duduk Bersama Buwas Dan Enggar
Prihatin, Mandiri Tunas Finance Restrukturisasi Kredit Pelanggannya Di Lombok
Fahri: Waspada Pak Jokowi, Ada Tikus Mati Di Lumbung Padi<i>!</i>
Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi<i>!</i>

Gaduh Impor Pangan, Salah Jokowi!

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Gudang Bulog Penuh

Gudang Bulog Penuh

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI
Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

Massa Pro Dan Kontra Jokowi Bentrok

, 20 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Ratusan Mahasiswa Bergerak Ke Istana Tuntut Presiden Jokowi Turun Tahta
Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

Peluncuran Tagar #2019TetapPancasila

, 13 SEPTEMBER 2018 , 16:15:00

HMI Demo Jokowi

HMI Demo Jokowi

, 14 SEPTEMBER 2018 , 03:12:00