Hanura

Dipuji-puji, Juga Dinyinyirin

Pembelian Saham Freeport 51 Persen

 SABTU, 14 JULI 2018 , 09:11:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dipuji-puji, Juga Dinyinyirin

Foto/Net

RMOL. Pemerintahan Jokowi yang berhasil mengambil alih mayoritas saham PT Freeport Indonesia, merupakan prestasi luar biasa. Pencapaian itu tak sepenuhnya dipuji-puji, tetapi juga dinyinyirin banyak tokoh.
Informasi mengenai mengambil alih may­oritas saham diungkapkan Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi.

"50 tahun Freeport mengelola tambang di Papua, Indonesia hanya memiliki 9,36 persen saham. Melalui negosiasi yang alot, holding tambang kita, Inalum sepakat dengan Freeport untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51,2 persen. Kepentingan nasional harus tetap dinomorsatukan," ujar Jokowi.

Bahkan, Freeport-McMoRan Inc menjanji­kan setoran dividen USD 60 miliar ke pemer­intah, setelah masa operasinya yang habis pada 2021 diperpanjang sampai 2041.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc Richard Adkerson mengatakan, penandatanganan (Heads of Agreement/HoA) terkait proses peralihan 51 persen kepemilikan saham PT Freeport Indonesia ke pihak nasional, telah dilakukan antara PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport McMoran.

Kedua perusahaan yang akan menjadi peme­gang saham PT Freeport Indonesia, yaitu PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport-McMoRan Inc. telah sepakat untuk melanjutkan program jangka panjang yang telah dan tengah dijalankan oleh PT Freeport Indonesia.

"Sebagai entitas bisnis Indonesia, PT Freeport Indonesia meyakini bahwa kesepaka­tan pokok tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak," kata Adkerson.

Keputusan pemerintah ini mendapatkan dukungan dari warganet. Akun @RDecomank mengapresiasi keberanian pemerintahan Jokowi yang bisa mengambil alih saham Freeport.

"Mantap Pak Presidenku, dari dulu sudah banyak orang perorang jadi kaya karena tam­bang itu, kini biar negara dan bangsa kita yang menikmati, selamat Pak," pujinya.

Dukungan juga diungkapkan akun @ Antonrizal8. Katanya, sebagai masyarakat bawah sangat bangga dengan raihan yang dilakukan oleh Pak Jokowi.

"Pak @jokowi.. Daya bangga dan sangat terharu, kerja keras pa Jokowi, pa JK dan seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja yang dengan susah payah dan berupaya, akhirnya terwujud 51 persen saham PT Freeport men­jadu milik NKRI. Merdekaaa, merdekaaaa.. Merdekaaa," dukungnya.

Akun @eked_yusuf ikut bersyukur Freeport berhasil diambil alih oleh pemerintah. "Alhamdulillah senang sekali melihat berita ini, tambah seneng kalo pembangu­nan di Papua di tambah lagi, jalan kemarin yang di bangun menjadi awal yang baik untuk keadilan sosial bagi selurih rakyat Indonesia, papua adalah indonesia," katanya yang diikuti akun @Sunartiali1. "Terima kasih Pak Jokowi kerjamu tulus untuk ibu pertiwi," ujar dia.

"Alhamdulillah. Setelah 50 tahun Freeport dikuasai asing, di bulan Juli 2018 ini kem­bali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Terima kasih, Presiden Jokowi dan semua menterinya yang telah memperjuangkannya selama 3,5 tahun. Dari kepemilikan hanya 9,36%, kini kita mi­liki 51% sahamnya," akun @addiems.

Lebih lanjut, akun @zoelfick mengatakan dulu saham Indonesia di Freeport hanya 9,6 persen. Padahal negeri ini dua kali di tangan pemimpin berlatar belakang militer. Sekarang menjadi 51 persen. Uniknya ini didapatkan oleh pemimpin yang sering dituding plonga-plongo.

"Alhamdulillah Pak Jokowi matur nuwun, ini sangat membanggakan," terang akun @ johhhhnygudhel.

Tak hanya dukungan, banyak juga netizen yang nyinyir atas prestasi yang diraih oleh pemerintahan Jokowi-JK. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah ikut menyindir. Melalui akun twitternya @fahrihamzah, ia menganggap divestasi hanya akal-akalan.

"Makin tercium bau tidak sedap dalam divestasi Freeport. Ayolah pemerintah trans­paran. Jangan bohong karena rakyat sudah pintar. Umumkan skemanya segera ke ruang publik. Jangan ada perjanjian bawah tangan. #BeraniJujurHebat. Bingung aku, lagi gini @ KPK_RI Kemana?," sindirnya.

Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen ikut menyindir dan mempertanyakan pembelian saham Freeport. "Kita punya rumah, kita sewakan ke penyewa. Penyewa menggadaikan rumah kita ke orang lain. Kemudian kita beli rumah yang digadaikan pe­nyewa itu dari penyewanya sendiri. Penyewa dapat duit, si pegadaian juga dapat duit. Baik kan kita? Freeport dan Rio Tinto," ujar @ ferdinand hutahaen.

"Pak tolong untuk lebih transparan ke masyarakat dengan menjelaskan bagaimana proses negosiasi & biaya yang harus kita bayar untuk mendapatkan 41an persen saham dari Freeport pak. Jujur saya masih belum begitu mengerti dampak & konsekuensi dari kepemi­likan saham ini secara utuh. Matur nuhun Pak Jkw," kata akun @enakantidur.

Akun @Indra2127 menanggapi sinis pem­belian saham untuk Freeport. Diapun mem­pertanyakan. Pertama, dibeli dengan hutang oleh inalum. Kemungkinan akan dapat dana talangan dari bank asing. Kedua, Periode bayar 10 tahun. Ketiga, Jika gagal bayar maka aset inalum akan dieksekusi dalam bentuk akuisisi saham. Keempat, cadangan freeport saat ini 80% tambang dalam.

Pertanyaan lebih dalam diungkapkan akun @Julian303. Dia mengaku aneh dengan kebi­jakan pemerintah yang membeli saham yang mau habis kontraknya.

"2021 mestinya kontrak Freeport habis dan bisa dikelola bumn 100 persen. Nggak pake hutang. Aneh?," tanya dia yang dikuatkan akun @fahmikemex.

"2021 kontrak berakhir bung, dan harusnya kita bisa ambil alih... Tapi kau malah nego den­gan maling!!!! Kau beli saham untuk perusa­haan yang keruk kekayaan di tanahmu sendiri, lebih goblok lagi beli saham itu dengan utang dari 11 bank," katanya

Pertanyaan berikutnya, akun @ekowboy yang menganggap divestasi Freeport gak gratis.

Pemerintah disuruh beli tanahnya sendiri, gak punya duit disuruh ngutang lalu dipaksa perpanjang kontrak hingga 2041. "Padahal 2021 kontraknya habis, 100% penguasaan kembali ke Indonesia! Cebong dungu tepuk tangan," kritik dia ditimpali akun @ratnaspaet. "Gila ya kalian. Berbohong aja bodoh," tegas dia. *** 

Komentar Pembaca
Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Salam Komando Demokrat-PDIP

Salam Komando Demokrat-PDIP

, 14 JULI 2018 , 03:59:00

Kunjungan Khofifah-Emil

Kunjungan Khofifah-Emil

, 13 JULI 2018 , 01:26:00