Hanura

Bungaran Saragih: Dipasena Layak Masuk Proyek Strategis Nasional

 JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 14:26:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Bungaran Saragih: Dipasena Layak Masuk Proyek Strategis Nasional

Foto: Net

RMOL. Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih mendukung rekomendasi Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) untuk membangkitkan kembali pertambakan udang Dipasena di Lampung dengan menempatkannya sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Namun ia mengingatkan bahwa pengelolaan pertambakan udang terbesar di dunia itu haruslah tetap secara murni bisnis yang modern, yang berkelanjutan dan tetap ditangani oleh swasta.

Menurut dia, kalau pemerintah terlibat revitalisasi atau rehabilitasi pertambakan Dipasena, sebaiknya itu dalam investasi infrastrukur.

"Memang itu merupakan kewajiban pemerintah. Tapi pengelolalaanya haruslah tetap secara bisnis swasta. Kalau pun pemerintah ikut serta dalam pengelolaannya, itu diwakili oleh BUMN. Jadi joint-venture antara swasta dengan BUMN bidang Perikanan dan harus dengan tetap melibatkan langsung petambak rakyat setempat," terang Bungaran kepada wartawan, Jumat (13/4).

"Modelnya adalah seperti yang dahulu pernah dilaksanakan di saat kejayaan Dipasena," sambungnya.

Ia menyayangkan bahwa pertambakan Dipesena sekarang hanya menjadi pertambakan yang tradisional. Padahal di masa kejayaannya (1985-1998), Dipasena pernah menghasilkan 2 ribu ton udang per bulan dan mengekspor 20 ribu ton per  tahun. Dan di tahun 1995/1996 ekspornya pernah mencapai rekor 25 ribu ton, yang menjadikannya sebagai eksportir terbesar di dunia.

Guru besar IPB itu mengingatkan bahwa untuk membangkitkan kembali kejayaan pertambakan udang Dipasena, para pihak harus melihat ide dasar yang diemban keluarga Sjamsul Nursalim dengan melibatkan langsung rakyat petambak.  

"Dia bukan semata mengembangkan bisnis. Tapi care to the people, seraya care to the environment," kata Bungaran.

Bungaran mengatakan ia pribadi tidak kenal Sjamsul Nursalim dan belum pernah sekalipun bertemu dengannya atau dengan istrinya, Itjih Nursalim.

Pertambakan udang Dipasena berada dalam kawasan terpadu seluas 98 ribu Ha di Lampung yang terapit antara sungai Mesuji dan sungai Tulang Bawang dengan pantai berhutan bakau sepanjang 75 Km.  

Kawasan pertambakan Bumi Dipasena sendiri meliputi luas 24 ribu Ha di kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang.

Di dalamnya terdapat jaringan kanal sepanjang 1300 Km, pembangkit listrik 200 Mw, fasilitas pendukung seperti pabrik pakan, 180 kolam penelitian (R & D), hatchery benur, serta Kota Mandiri berpenduduk 100 ribu jiwa yakni keluarga dari 12 ribu lebih petambak dan 14.780 karyawan. Dilengkapi sekolah (sampai tingkat akademi) dan 14 poliklinik, dan rumah rumah ibadah.

KEIN dalam waktu dekat akan meminta Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan kawasan Bumi Dipasena sebagai proyek strategis nasional dan dengan menempatkannya di bawah presiden. Ini dikemukakan oleh  anggota KEIN M. Najikh usai rapat revitalisasi tambak udang rakyat Bumi Dipasena di Kemenko Perekonomian, Jakarta pada akhir Maret lalu.

 "Karena semua tahu sebenarnya tambak udang Vaname terbesar di dunia dulunya di Dipasena," ujarnya.[wid]



Komentar Pembaca
25 Hal Tentang Menteri Amran

25 Hal Tentang Menteri Amran

, 19 APRIL 2018 , 17:00:00

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

Sahabat Rocky Gerung Melawan!

, 19 APRIL 2018 , 11:00:00

Syahganda Dan Eggi Sudjana Gabung PAN

Syahganda Dan Eggi Sudjana Gabung PAN

, 12 APRIL 2018 , 18:15:00

Pertemuan Tertutup PDIP-PKB

Pertemuan Tertutup PDIP-PKB

, 12 APRIL 2018 , 03:52:00

Di Tengah Cakra Buana

Di Tengah Cakra Buana

, 15 APRIL 2018 , 10:57:00