Hanura

Presiden Jokowi-Ratu Maxima Bahas Sistem Keuangan Inklusif

 SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 13:46:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Jokowi-Ratu Maxima Bahas Sistem Keuangan Inklusif

Jokowi-Ratu Maxima/Setkab

RMOL. Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/United Nations Secretary General's Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion, Ratu Maxima dari Belanda, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/2).
Kunjungan Ratu Belanda ini ke Indonesia bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Ratu Maxima sudah bertemu dengan Presiden Jokowi pada September 2016 di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Ratu Maxima untuk mendorong sistem keuangan inklusif Indonesia.

Sekitar pukul 09.15 WIB Ratu Maxima dan rombongan tiba di Istana Merdeka, dan disambut langsung oleh Presiden. Keduanya kemudian berbincang akrab di teras belakang Istana Merdeka (veranda talk).

Presiden menyatakan, perlunya penyederhanaan sistem dan penyederhanaan izin-izin yang ruwet agar kita bisa mempercepat inklusi keuangan.

"Kalau dua hal itu belum bisa kita selesaikan, ya majunya akan tidak bisa secara sepesat yang kita inginkan," Jokowi sapaan akrab Kepala Negara kepada wartawan usai menerima kunjungan kehormatan Ratu Maxima.

Presiden menegaskan, pemerintah kita ingin semua masyarakat bisa mengakses ke perbankan, bisa mengakses ke sektor keuangan yang ada secara sederhana dan cepat.

"Semuanya, semua masyarakat harus bisa masuk ke banking system, bisa masuk ke sistem keuangan kita sehingga akses untuk permodalan, akses untuk mendapatkan keuangan dari sana bisa didapatkan. Terutama yang mikro, yang kecil-kecil itu," ucap Presiden seraya menambahkan, hal itu juga yang dibicarakan selama tiga kali bertemu dengan Ratu Maxima.

Sementara itu seperti dilasnir dari laman Setkab, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan, sejak kedatangan Ratu Maxima 18 bulan lalu Queen Maxima, pemerintah sudah menyiapkan untuk mengembangkan dengan cepat keuangan inklusi di Indonesia.

Ia menyebutkan, pemerintah berangkat dari posisi yang masih agak tertinggal dari banyak negara lain. Namun, sejak 18 bulan yang lalu pemerintah sudah mengembangkan beberapa program, misalnya ada program PKH (Program Keluarga Harapan), dan itu pakai rekening yang menyasar  6 juta keluarga.

Kemudian ada yang namanya bantuan Non Tunai yang baru dikerjakan 1,2 juta, disamping juga ada yang namanya program KUR.

"Itu semua sekarang pakai rekening, tidak lagi seperti dulu, dipakai rekening. Kemudian ada program bahkan BPJS pakai rekening. Sehingga kalau dikumpulkan kita mungkin selama 1,5 tahun terakhir ini sudah mendorong terciptanya beberapa puluh juta rekening," terang Darmin.

Menurut Darmin, saat ini ada 6 juta PKH, ada Rastra walaupun baru 1,2 juta. Untuk itu, Menko Perekonomian menambahkan bahwa pemerintah menargetkan tahun ini 10 juta.

"Jadi itu saja nanti sudah 16 juta, kemudian ada KUR 4 juta, sudah 20. Kemudian ada program untuk bantuan beasiswa dan sebagainya itu ada 18 juta, dan seterusnya. Sehingga tahun 2019 kita targetnya tingkat inclusiveness kita itu akan sama dengan negara-negara lain yang sudah selama ini sudah lebih maju dari kita, misalnya India dan beberapa negara yang lain," papar Darmin.

Selain Darmin, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung, Menseneg Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menlu Retno Marsudi. [rus]

Komentar Pembaca
PBB Tak Lolos Verifikasi, Yusril Laporkan KPU
Susi Pudjiastuti - Kedaulatan Laut (Bag. 4)

Susi Pudjiastuti - Kedaulatan Laut (Bag. 4)

, 19 FEBRUARI 2018 , 19:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Tumpeng Golkar Untuk OSO

Tumpeng Golkar Untuk OSO

, 13 FEBRUARI 2018 , 17:33:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00