RI Saatnya Jadi Negara Industri

Realisasi Investasi Tembus Rp 288,5 Triliun

 SABTU, 13 JANUARI 2018 , 12:49:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RI Saatnya Jadi Negara Industri

Foto/Net

RMOL. Hingga pertengahan Desem­ber 2017, jumlah investasi baru yang masuk ke Indonesia men­capai 42,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 568, 6 triliun dengan 1.054 proyek. Penyumbang terbesar disumbang industri yang mencapai 21,6 miliar dolar AS atau Rp 288,5 triliun dengan 256 proyek. Sudah saatnya kita jadi negara industri.
"Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan berbisnis di dalam negeri agar para investor menin­gkatkan modalnya di Indonesia dalam membangun pereko­nomian nasional yang lebih inklusif dan berkualitas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

Selain ditopang sektor industri, investasi baru juga ditopang oleh sektor pariwisata menyumbang sebesar 17 miliar dolar AS atau Rp 226,9 triliun dengan 159 proyek, pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) 1,2 miliar dolar AS atau Rp 16 triliun dengan 98 proyek dan sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) 1,18 miliar dolar AS atau Rp 15,7 triliun dengan 32 proyek.

Selanjutnya sektor perdagan­gan 0,92 miliar dolar AS atau Rp 12,2 triliun dengan 427 proyek, dan pertanian 0,27 miliar dolar AS atau Rp 3,6 triliun dengan 22 proyek, serta sektor lainnya sebe­sar 0,43 miliar dolar AS atau Rp 5,7 triliun dengan 60 proyek.

Ketua Umum Golkar itu men­gatakan, bersama dengan pe­mangku kepentingan terkait terus bersinergi untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik investa­si di sektor industri. Caranya den­gan penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi terkini, efisiensi dan produktivitas, serta pemberian insentif fiskal.

Selanjutnya, ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya ma­nusia (SDM) kompeten, serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan. "Pertumbuhan konsumsi juga perlu dijaga dan kembali ditingkatkan agar permintaan terhadap produk-produk industri semakin men­ingkat," imbuhnya.

Peningkatan komitmen investa­si baru ini didorong Peraturan Presiden (Perpres) No 91 Tahun 2017 tentang Peraturan Perce­patan Pelaksanaan Berusaha. Di samping itu juga berkat kolaborasi dua Satuan Tugas (Satgas), yaitu Satgas Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB). Kedua satgas tersebut mengubah seluruh proses investasi dan usaha di Indonesia menjadi online dan terintegrasi.

Sementara proyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp 352 triliun. Dengan adanya investasi di sektor in­dustri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. "Industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Sebelumnya, pengamat ekono­mi Faisal Basri mengatakan, agenda pembangunan industri saat ini masuk dalam titik krusial agar Indonesia bisa masuk dalam kelompok negara berdaya saing tangguh. Dalam beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan in­dustri selalu berada di bawah laju pertumbuhan ekonomi.

"Ini tidak sehat. Meskipun secara total value added sektor industri Indonesia berada di po­sisi ke 4 dunia, kita tidak boleh terkecoh karena secara per kapita nilai tambah sektor industri kita kalah dengan negara seperti Viet­nam," kata Faisal. ***

Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ludes Dilalap Si Jago Merah

, 14 JANUARI 2018 , 03:23:00

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

, 14 JANUARI 2018 , 05:23:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00