Hanura

Menhub Mau Pelajari Dulu Rekam Jejak Para Investor

Ratu Prabu Ngebet Garap LRT

 SELASA, 09 JANUARI 2018 , 08:56:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menhub Mau Pelajari Dulu Rekam Jejak Para Investor

Foto/Net

RMOL. Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya tidak ke­beratan dengan keinginan PT Ratu Prabu Energi Tbk ingin membangun Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan untuk rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).
"Sebenarnya Ratu Prabu ini su­dah sejak 1 tahun lalu menyam­paikan pada kami. Pada dasarnya pemerintah memberikan kesem­patan sebesar-besarnya untuk swasta melakukan investasi," ujar BKS-panggilan akrab Budi Karya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, pemerintah menyambut baik jika ada in­vestor yang berminat terhadap proyek-proyek strategis. Karena APBN tidak sanggup membiayai seluruh proyek infrastruktur.

BKS meminta, investor mengajukan proposal dan menjalani beauty contest. Pihaknya akan melakukan studi terlebih dahulu terhadap para calon penanam modal terkait rekam jejaknya sebelum menerbitkan izin. Ini dilakukan untuk memastikan proyek bisa dijalankan dengan baik. Jangan sampai nanti men­jadi boomerang.

BKS menyarankan untuk Ratu Prabu mengambil jalur LRT dari dan ke Bandara. Karena, trayek bandara secara ekonomi lebih potensial.

"Saya mengusulkan ada be­berapa jalur yang sangat poten­sial, terutama menuju Bandara Soekarno-Hatta, baik itu dari Halim menuju Soetta maupun daerah-daerah selatan, diterus­kan ke BSD dan Alam Sutera, jalur-jalur ekonomis di situ," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordi­nator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum melakukan pertemuan dengan Ratu Prabu terkait keinginannya untuk membenamkan dananya dalam proyek LRT.

Luhut mengungkapkan, ada tiga syarat utama investor jika ingin membangun infrastruktur di Indonesia. Pertama, semua teknologi yang dibawa ramah lingkungan. Kedua, investor harus menggunakan pegawai In­donesia. Menurutnya, walaupun nanti menggunakan teknologi dan tenaga kerja asing, investor harus memberikan pelatihan kepada pekerja lokal untuk menggantikan posisi tenaga kerja asing yang dipekerjakan pada awal proyek. Dan, ketiga, memberiakan nilai tambah dan transfer teknologi.

Luhut mengaku belum menge­tahui soal rencana investasi Ratu Prabu sebesar Rp 400 triliun. "Saya nggak tahu. Kalau me­mang itu ada, dia bawa sebesar itu silakan saja. Kita senang saja," ucapnya.

Seperti diketahui, rencana in­vestasi Ratu Prabu sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Menurutnya, konsep kerja sama yang ditawarkan oleh perusahaan ini adalah full business dan akan melibatkan investor asing dari tiga negara, yakni Korea, China dan Jepang. Jalurnya, kemung­kinan tidak hanya di kawasan Jakarta, namun juga sampai ke kawasan BSD City. ***


Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00