Proyek Tol Batang-Semarang Dikebut

Mau Dipakai Musim Lebaran

 SENIN, 08 JANUARI 2018 , 08:49:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Proyek Tol Batang-Semarang Dikebut

Foto/Net

RMOL. PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengebut pembangunan jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer (Km). Tol baru ini disebut-sebut sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di saat libur mudik lebaran idul fitri nanti.
AVP Corporate Communica­tion Jasa Marga Dwimawan Heru mengakui ruas tol ini memang bisa jadi jalan alternatif dalam mengurai kepadatan yang akan terjadi pada saat musim Idul Fitri tahun 2018.

Agar jalan tol tersebut bisa digunakan pada saat mudik tahun ini, anak perusahaan Jasa Marga, PT. JSB (Jasa Marga Semarang-Batang) memperce­pat pembangunan konstruksi. Seperti proses perbaikan tanah di lokasi Ponowareng dan daerah Kaliboyo hingga Kaliurang dengan menggunakan metode slab on pile. Hal ini dilakukan sesuai dengan kajian teknis oleh konsultan perencana.

Diterapkannya sistem-sistem percepatan ini, dianggap mem­berikan dampak positif dalam pembangunan proyek jalan tol ini yang cukup signifikan. "Terhitung sampai Desember 2017 sudah mencapai 65,73 persen, untuk seluruh seksi," tutur Dwimawan.

Menurutnya, sampai sekarang yang masih menghambat proyek tersebut adalah pembebasan la­han, terutama tanah wakaf dan makam yang belum mencapai kata sepakat. Dalam data PT Jasa Marga pembebasan lahan baru mencapai 98,17 persen. Selain pembebasan lahan, upaya pembangunan pun perlu makin dikebut.

Salah satu langkah percepa­tan konstruksi yang dilakukan yaitu dengan perbaikan tanah di lokasi Ponowareng dan daerah Kaliboyo hingga Kaliurang dengan menggunakan metode slab on pile.

Penggunaan metode terse­but sesuai dengan hasil kajian teknis yang dilakukan konsultan perencana.

"Upaya percepatan lainnya yang dilakukan oleh PT JSB adalah dengan selalu menerap­kan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses pem­bangunan proyek jalan tol dengan total panjang 75 kilometer ini," kata Pimpinan Proyek Jalan Tol Batang-Semarang R Beni Dwi Septiadi dalam keterangan tertulis.

Penerapan prosedur K3 di­harapkan mampu meminimalisir kecelakaan di lapangan yang dapat menghambat kinerja pem­bangunan. Beni mengklaim, hingga kini, belum terjadi ka­sus kecelakaan dalam progres pembangunan tol ini. Sementara untuk progres konstruksi fisik, sejauh ini sudah mencapai 65,73 persen untuk seluruh seksi.

"Diharapkan untuk jalur leba­ran akhir Mei 2018 sudah siap untuk digunakan dengan kondisi jalan sudah rigid semua, sehing­ga para pemudik lebaran akan aman dan nyaman," kata dia.

Jalan Tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi 5 seksi, terdiri dari Seksi 1 Batang-Batang Timur sejauh 3,20 kilometer, Seksi 2 Batang Timur-Weleri 36,35 ki­lometer, Seksi 3 Weleri-Kendal 11,05 kilometer, Seksi 4 Kendal-Kaliwungu 13,50 kilometer dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak 10,10 kilometer.

Dan sesuai rencana, akan di bangun 5 Gerbang Tol yaitu Ger­bang Tol (GT) Tulis, GT Weleri , GT Kendal , GT Kaliwungu dan GT Kalikangkung. ***


Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ludes Dilalap Si Jago Merah

, 14 JANUARI 2018 , 03:23:00

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

, 14 JANUARI 2018 , 05:23:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00