Hanura

Medsos Asal Surabaya, Koncoan.Com Tantang Facebook

 SENIN, 01 JANUARI 2018 , 07:19:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Medsos Asal Surabaya, Koncoan.Com Tantang Facebook

Muhamat Guntur Budiawan /Dok

RMOL. Media sosial karya anak negeri koncoan.com segera meluncurkan versi android pada 2018, setelah sebelumnya menggunakan versi desktop.
Koncoan yang berbasis di Surabaya Jawa Timur ini, memiliki sejumlah fitur yang tak kalah bagus dari sosial media asing seperti Facebook atau Twitter. Koncoan membawa misi untuk internet sehat dan positif.

CEO Koncoan.com, Muhamat Guntur Budiawan mengatakan, koncoan lebih banyak mendengar feedback daripada user. Itu karena koncoan dibuat untuk para pengakses internet yang kesehariannya beraktivitas di sosial media.

"Kami tahu ya, data Kemkominfo bahwa setidaknya 65 persen informasi hoax itu bersumber dari media sosial asing dan ada 7 ribu kasus kejahatan sex anak (Paedofil) ada di sana, koncoan mengerti hal itu dan membuat sebuah keamanan user agar hal-hal semacam itu tidak terjadi pada situs sosial lokal," kata Guntur melalui keterangannya.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim ini mengaku tengah mempersiapkan kematangan dalam sistem maupun konten yang positif. Ini dilakukan agar pengguna dalam beraktivitas di sosial media lebih aman dan sesuai norma-norma yang berlaku di Indonesia.

"Kami beda ya dengan media sosial asing lokal, maka tujuan kita yaitu bagaimana agar sekitar 80 juta pengakses sosial media bisa beralih ke koncoan.com dan beraktivitas di sana agar semua dapat tetap terpantau di Indonesia, bukan diluar negeri," ucap Guntur, leih lanjut.

Pria kelahiran 6 Januari 1990 tersebut menambahkan, pendanaan Koncoan.com masih mengandalkan kantong pribadi. Sejauh ini pengguna koncoan tumbuh pesat di angka 5 ribu sejak dibuka pada November 2017 lalu. Meski sempat ditutup lantaran mengalami kekosongan anggaran, koncoan kembali dibuka pada Desember dan mengusung sejumlah konten yang tidak dimiliki media sosial lainnya.

"Kami memiliki konten news agregator, jual beli, pesanan tiket, update video, foto dan audio. Selain itu ke depan, koncoan akan menerapkan Nomor Induk Keluarga (NIK) sebagai  satu identitas user di media sosial, karena koncoan menerapkan satu user satu akun," terangnya.

"Facebook, memang punya cukup banyak user di Indonesia. Tetapi kami berkeyakinan untuk menantang Facebook," imbuhnya.[wid] 

Komentar Pembaca
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Foto Skuad Cendana

Foto Skuad Cendana

, 15 JUNI 2018 , 18:53:00

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

Selamat Lebaran Dari Sudrajat

, 15 JUNI 2018 , 13:04:00

Kebersamaan Di Hari Raya

Kebersamaan Di Hari Raya

, 15 JUNI 2018 , 08:43:00