Verified

Mengantar BBM Ke Tanah Pattimura

Ekbis  JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 15:06:00 WIB

Mengantar BBM Ke Tanah Pattimura

Foto: Humas Pertamina

RMOL. Waktu menunjukkan pukul 14.30 WIT, ketika Perahu Galilea menepi di pantai Desa Nolot, Pulau Saparua, Maluku. Kapal ini membawa sekitar 18 drum Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dengan total volume 5 ribu liter.
BBM ini berasal dari Terminal BBM Wayame yang diangkut dengan mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter. Setelah perjalanan sekitar satu jam, mobil tangki tiba di Dermaga Tulehu untuk memindahkan isi tangkinya ke belasan drum yang sudah siap menanti di pinggir dermaga.

Setelah pengisian selesai, BBM dibawa dengan Perahu Galilea ke Pulau Saparua dengan waktu perjalanan sekitar tiga jam di atas laut.

Begitu perahu sampai di dekat pantai, sekitar delapan orang langsung turun ke air dan menunggu di bawah perahu. Rupanya mereka menunggu drum-drum BBM itu diturunkan dan dicemplungkan ke air.

Setelah drum mengambang di air, barulah mereka mendorongnya ke daratan dan menggelindingkannya ke tempat yang mudah dijangkau truk. Selanjutnya, truk akan membawa BBM tersebut ke satu-satunya lembaga penyalur di pulau ini yaitu Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di pusat keramaian Pulau Saparua.

Ya, memang unik. Beginilah cara warga Pulau Saparua mendapatkan BBM. Perjalanan yang panjang dan butuh bantuan banyak pihak. Dan semuanya tidak gratis.

Untuk sekali proses penurunan BBM hingga siap diangkut truk, pengusaha APMS harus merogoh kocek sekitar Rp 180 ribu per perahu. Dalam sehari, ada tiga kali pengantaran dengan perahu. Biaya tersebut belum termasuk biaya pengantaran dengan kapal dan truk ketika tiba di Pulau Saparua.

Jarak dari dermaga tempat drum BBM diturunkan ke air hingga ke APMS memakan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang melewati hutan dan tebing. Cara distribusi BBM memang tidak sama di setiap lokasi. Tapi bagi warga Pulau Saparua, yang merupakan tempat kelahiran Thomas Matulessy atau yang biasa dikenal Pahlawan Pattimura, kedatangan perahu pengantar BBM menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu.[wid/***]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00