Verified

Investor Asing Bangun Dong SPBU Di Daerah Terpencil

Jangan Cuma Incar Pasar Gemuk

Ekbis  SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 10:01:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Investor Asing Bangun Dong SPBU Di Daerah Terpencil

Foto/Net

RMOL. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) meminta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) alias pom bensin asing ikuti aturan yang jika mau jualan BBM di dalam negeri. Salah satunya membangun pom bensin di daerah terpencil.
 Pernyataan itu dikatakan Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomohadi terkait den­gan munculnya pom bensin VIVO yang beroperasi di Jalan Raya Cilangkap, Jakarta Timur. Pom bensin itu milik PT Nu­santara Energy Plant Indonesia (NEPI).

Menurut dia, VIVO seharus­nya dapat mengikuti peraturan secara fair. Salah satunya ada­lah membuka pom bensin atau depot di daerah terpencil. "Ini supaya adil dengan yang sudah ada saat ini," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selama ini, pom bensin asing lebih senang membuka cabang di daerah yang gemuk karena pasarnya sudah bagus, seperti Jawa. Menurutnya, kewajiban itu sudah di atur Kemente­rian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam aturan itu disebutkan pemegang izin niaga umum harus membangun depot. Tapi selama ini pom bensin asing, seperti Total dan Shell tidak pernah bangun depot. Menurut­nya, cuma jualan saja sehingga tidak ada nilai tambah untuk negara.

Ke depan, kata dia, pemerintah juga harus memperketat pom bensin asing beroperasi di Indonesia. Sebab, negara lain juga membatasi perusahaan luar masuk ke wilayahnya.

"Dulu Petronas masuk ke kita, kita welcome saja. Nah, Pertamina boleh enggak masuk ke Malaysia? Pertamina, susah masuk ke Malaysia, dipersulit sama Malaysia, harus ini lah, harus itulah," kata Eri.

Izin pom bensin VIVO sudah berstatus sebagai Badan Usaha Pemegang Izin Niaga Umum. Namun ada dua syarat yang wajib dipenuhi PT Nusantara Energy Plant Energy agar bisa mengoperasikan hingga enam SPBU.

Pertama, Kementerian ESDM meminta manajemen PT Nu­santara Energy Plant Indonesia melengkapi perizinan yang lain­nya. Sampai saat ini perusahaan tersebut belum memiliki izin Surat Keterangan Penyalur.

Oleh karena itu, ESDM me­minta manajemen perusahaan ini menghentikan operasi SPBU VIVO untuk sementara waktu. Sesuai aturan Menteri ESDM, Badan Usaha Pemegang Izin Niaga Umum wajib mendapat­kan Surat Keterangan Penyalur (SKP) dari Ditjen Migas.

Kedua, Nusantara Energy Plant Energy tidak menonjolkan nama atau brand VIVO sebagai merek dagang. Alasannya, saat mengajukan izin sampai dengan mendapatkan izin memakai PT Nusantara Energy Plant Indone­sia. Jadi, pemakaian brand harus sesuai dengan nama Nusantara Energy.

Ia menjelaskan, dalam ran­cangan kerja Nusantara Energy Plant Energy yang memang perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan disebut-sebut anak usaha Vitol Asia Pte Ltd Singapura itu akan membangun lebih dari satu SPBU di Jakarta. "Rencana sementara membangun enam SPBU VIVO Cuma yang sudah mengajukan baru satu," ungkap dia. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00