Rita Widyasari

PLN Teken Pembelian Listrik EBT Dari 11 Pengembang Swasta

Ekbis  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 09:46:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PLN Teken Pembelian Listrik EBT Dari 11 Pengembang Swasta

Foto/Net


Dari total kapasitas, sebanyak 52,4 MW berasal dari Pembang­kit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) dan 239 MW sisanya berupa Pembangkit Listrik Ten­aga Air (PLTA).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, penandatan­ganan jual-beli listrik bersama dengan 11 pengembang energi terbarukan ini merupakan lan­jutan dari kontrak jual-beli listrik PLN bersama dengan 53 pengembang energi yang sebel­umnya telah dilakukan.

"Sebelumnya, 11 produsen listrik ini batal ikut serta me­nandatangani kontrak jual-beli listrik, dan baru bisa terealisasi­kan sekarang," kata Sofyan di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, (08/09/).

Sofyan menjelaskan, sebagian besar proyeknya berlokasi di wilayah Sumatera Utara. Adapun 11 pembangkit yang baru ditan­datangani adalah PLTM Aek Sibundong (8 MW) di Sumatera Utara, PLTM Aek Situmandi (7 MW) di Sumatera Utara, PLTM Aek Sigeaon (3 MW) di Sumat­era Utara, PLTM Sisira (9,8 MW) di Sumatera Utara, PLTM Batang Toru 4 (10 MW) di Sumatera Utara dan PLTM Bayang Nyalo (6 MW) di Sumatera Barat

Selain itu, dibangun juga PLTM Batu Brak (7,7 MW) di Lampung, PLTM Kunci Putih (0,9 MW) di Jawa Tengah, PLTA Air Putih (21 MW) di Bengkulu, PLTA Pakkat (18 MW) di Sumat­era Utara dan PLTA Buttu Batu (200 MW) di Sulawesi Selatan.

Dirinya berharap, PLN bisa mencapai target pelaksanaan PPA sebanyak 1.300 MW pembangkit EBT hingga akhir tahun. Total penandatangan jual beli listrik EBT sampai saat ini telah lebih dari 700 MW. Jumlah tersebut di luar pembangkit gheotermal.

"Artinya, masih ada sisa 400 MW agar target tercapai di akhir tahun. Saat ini, sudah ada beberapa pembangkit yang siap dilakukan penandatanganan PPA-nya sebesar 200 MW hing­ga 300 MW. Dalam dua bulan ini saja sudah lumayan banyak yang melakukan PPA," ungkapnya.

Berdasarkan Rencana Usa­ha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN2017 hingga 2026, pemerintah berharap bisa meningkatkan bauran energi dari posisi akhir 2016 sebesar 11,9 persen menjadi 22,4 persen di tahun 2026. Untuk itu, akan ada tambahan pembangkit berbasis EBT sebesar 21,6 Gigawatt (GW) dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Menteri ESDM Ignasius Jo­nan mengatakan, pengemban­gan energi baru terbarukan ini merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mengurangi polusi udara.

"Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi polusi atau mempertahankan supaya tidak parah. Melalui RUEN (Ren­cana Umum Energi Nasional) dan KEN (Kebijakan Energi Nasional), kita akan berusaha bauran energi terbarukan hingga 23 persen di tahun 2026, ini sekarang sudah 11-12 persen dan kita akan coba semaksimal mungkin," terangnya.

Jonan menilai bahwa harga EBT ke depannya akan semakin kompetitif dengan energi kon­vensional. Dengan demikian, diharapka semakin banyak yang berminat mengembangkan EBT. Bekas Bos PT Kereta Api Indone­sia (Persero) itu juga mengatakan, pembangkit EBT memanfaatkan angin, aliran air maupun panas bumi untuk menciptakan energi, sehingga tidak perlu diimpor.

"Itu enggak perlu impor, kay­ak angin, air itu kan walaupun lewati batas negara tidak kena (biaya) impor. EBT juga akan cepat turunnnya, dalam waktu yang singkat EBT bisa bersaing tarifnya dengan fosil energi. Bisa bersaing lah, ini turunnya kaya elektronik," tegas Jonan. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00