Rita Widyasari

Merauke Bangun Industri Sawit

Gelar Stakeholder Meeting

Ekbis  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 10:04:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Merauke Bangun Industri Sawit

Foto/Net

RMOL. Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua mendorong pembangunan kebun dan in­dustri kelapa sawit. Hal ini un­tuk meningkatkan kesejahter­aan masyarakat sekitar.
Setelah menggelar Stake­holders Meeting I di Jakarta pada 24 Juli lalu, Pemerintah Kabupaten Merauke kembali gelar Stakeholder Meeting II mengenai Pembangunan Ke­bun dan Industri Kelapa Sawit di Merauke, pekan lalu. Acara ini merupakan pertemuan para pemangku kepentingan indus­tri kelapa sawit khususnya di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Papua.

Dalam pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan menyepakati lima hal. Per­tama, pentingnya investasi bagi kemajuan daerah dan pengentasan kemiskinan. Ter­masuk di dalamnya investasi untuk pengembangan kebun dan industri kelapa sawit.

Kedua, perusahaan dim­inta segera merealisasikan komitmennya membangun kebun plasma sebesar 20 persen dari total lahan. Ketiga, Masyarakat hukum adat dan masyarakat luas perlu mem­peroleh akses seluas-luasnya ke kebijakan pemerintah men­genai pembangunan kebun dan industri kelapa sawit.

Keempat, mendorong masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemer­intah, dan perusahaan terus membangun dialog demi kemajuan masyarakat yang kena pembangunan kebun dan industri kelapa sawit. Terakhir, mendorong pemer­intah, perusahaan, dan LSM mencari laternatif lain untuk memperoleh manfaat sosial, ekonomi, dan budaya

Bupati Merauke Frederikus Gebze mengatakan, meng­hadirkan investor merupa­kan salah satu langkah un­tuk mengisi pembangunan di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah membuka peluang investasi.

Frederikus, mendesak pe­rusahaan agar segera mem­buka kebun masyarakat dan memberdayakan seluruh masyarakat sesuai ketentuan 20 persen pengelolaan hak ulayatnya. "Hanya Merauke yang memberikan total la­han 20 persen untuk plasma di tahun 2016. Kita sudah tanda tangani dan ada seki­tar 7-8 perusahaan sudah memiliki koperasi dan siap mengembangkan masyarakat hak ulayat," ujarnya.

Dia menyayangkan, ketidakhadiran LSM Asing Mighty Earth pada pertemuan tersebut. Ia mengaku sudah geram atas kampanye negatif yang gencar dilakukan LSM asal Amerika Serikat itu.

Dia mengaku berang menda­pat tudingan jika forum stake­holders ini telah dimanipulasi. Padahal, forum stakeholder ini digagas atas inisiatif pemerin­tah daerah berkaitan dengan beban anggaran di dalam Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak mampu terus-menerus me­nanggung sebanyak 500 ribu orang di tanah Merauke.

"Bukan berarti dengan adanya investasi berarti merusak dan tidak memperdulikan hutan kita ini. Menjaga dengan ketentuan perundang-undangan yang ada baik melalui rencana tata ruang wilayah, tata ruang bangunan, flora dan fauna," tukasnya. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00