Rita Widyasari

Penjualan Emas Antam Anjlok

Di Semester I-2017

Ekbis  SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 , 09:21:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penjualan Emas Antam Anjlok

Foto/Net

RMOL. Kinerja PT Aneka Tambang (Persero) Tbk masih terpuruk di paruh pertama Tahun 2017. Penjualan emas yang menjadi tulang punggung Badan usaha Milik Negara (BUMN) tam­bang itu turun drastis sekitar 38 persen atau menjadi 3.298 kg dari 5.392 kg periode yang sama tahun lalu.
Akibat penurunan pen­jualan emas ini, pada semester I-2017, perseroan mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp 496,12 miliar, hampir Rp 500 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun sebe­lumnya, Antam masih mampu mencetak laba periode berjalan sebesar Rp 11,03 miliar.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menjelaskan, anjloknya penjualan emas ini disebabkan oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulia yang terjadi di awal 2017. Namun, Antam mengklaim permasalahan ini telah terselesaikan.

Selain penjualan emas, pada semester I 2017, volume pen­jualan feroniel Antam juga turun 4 persen atau menjadi 7.791 onnes of Nickel Con­tained in Ferronickel (TNi) dari periode serupa tahun lalu sebanyak 8.092 TNi.

"Penurunan volume pen­jualan feronikel dan emas ini mengakibatkan penjualan bersih Antam semester I 2017 turun 28 persen menjadi Rp3,01 triliun, dibandingkan nilai penjualan semester I 2016 sebesar Rp 4,16 triliun," kata Arie dalam keterangan resminya kemarin.

Menurut Arie, penurunan volume penjualan imbas dari dilakukannya pekerjaan peng­gantian roof di electric smelting furnace (ESF) 3 dan optimasi fasilitas produksi pabrik FeNi III di Pomala, Sulawesi Teng­gara yang memiliki kapsitas operasi 10.000 TNi per tahun.

Antam mengklaim, peker­jaan penggantian roof ESF-3 dan optimasi fasilitas produksi telah selesai dilakukan di pertengahan Maret 2017. Den­gan begitu, tingkat produksi pabrik feronikel di Pomalaa te­lah kembali berjalan optimal.

"Selain masalah teknis, penurunan volume penjualan juga disebabkan adanya ke­bijakan manajemen untuk melakukan ekspor feronikel di paruh kedua 2017 seiring ekspektasi peningkatan harga nikel," sambung Arie.

Meski kinerja perseroan be­lum membaik, Antam mencatat pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi pada paruh pertama tahun ini sekitar 35 persen atau menjadi Rp 361,8 miliar.

"Kinerja ebitda yang positif juga dapat diraih meski terda­pat penurunan volume pen­jualan komoditas utama fer­onikel dan emas," kata Arie.

Laba kotor perseroan juga masih lebih tinggi pada semes­ter pertama tahun ini, yakni Rp134,7 miliar dibanding periode yang sama tahun sebel­umnya, Rp119,9 miliar. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dinilai Tidak Tahu Prosedur

Panglima TNI Dinilai Tidak Tahu Prosedur

, 25 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Info Panglima TNI Tidak Akurat, So What?

Info Panglima TNI Tidak Akurat, So What?

, 25 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00