Rita Widyasari

Dicopot Dari Dirut Bahana Dwina Jadi Stafsus Rini...

Gara-gara Riset Soal Reshuffle Kabinet Jilid III

Ekbis  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 09:52:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dicopot Dari Dirut Bahana Dwina Jadi Stafsus Rini...

Dwina S Wijaya/Net

RMOL. Dwina S Wijaya akhirnya dicopot dari jabatan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Persero. Bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang finansial itu resmi lengser dari kursinya sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPUI yang dilaksanakan 28 Juli 2017.
 Isu Dwina bakal dipecat sebe­lumnya sudah ramai di media sejak pertengahan Juli lalu. Gara-garanya adalah riset dari Bahana Sekuritas, anak usaha Bahana Group, yang menying­gung perihal reshuffle kabinet yang melibatkan nama Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary BPUI Fajar Wibhiyadi menilai pergantian direksi di perusahaan pelat merah merupakan hal wajar dan menjadi kewenangan pemegang saham.

"Pergantian direksi biasa ter­jadi di perusahaan baik swasta maupun BUMN, dan keputusan ini adalah ranah pemegang saham dalam hal ini di bawah kewenan­gan Menteri BUMN. Tentunya kami sangat menghormati apap­un keputusan pemegang saham," kata Fajar di Jakarta.

Sebagai pengganti Dwi, De­wan Komisaris BPUI menu­gaskan, Eko Yuliantoro sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, sebelum mengangkat Direktur Utama definitif. Saat ini Eko menjabat sebagai Direktur Operasi BPUI.

Eko Yuliantoro bukanlah orang baru di Bahana Grup. Eko mengawali karier di BPUI sebagai assisten Vice President-Merchant Banking Division sejak 1996. Sejak 2009 sampai dengan 2013 menjabat sebagai president director di Bahana Securities, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur op­erasional BPUI sejak 2013.

Fajar menyebut, saat ini Dwina ditunjuk Menteri BUMN Rini Soe­marno, untuk menjadi staf khusus­nya di Kementerian BUMN. "Sepanjang pengetahuan saya menjadi staf khususnya Ibu Rini Soemarno," ujarnya.

Dwina Septiani Wijaya telah memimpin Bahana grup sejak 2013 lalu. Dwina telah mengabdi di grup Bahana sejak 1994, men­gawali karier sebagai Portfolio Manager di PT Bahana TCW Investment Management, sebagai salah satu anak usaha BPUI.

Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Imam APutro beberapa waktu lalu membenarkan soal kabar Direktur Utama BPUI Dwina Septiani Wijaya akan mening­galkan jabatannya. Namun, alasan lengsernya Dwina akibat masa jabatannya yang akan segera habis.

"Kalau Bu Dwina akan diganti terkait masa jabatan. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan hal lain," ujar Imam.

Sebelumnya, beredar kabar kalau Dwina dicopot gara-ga­ranya adalah riset dari Bahana Sekuritas, anak usaha Bahana Group, yang menyinggung peri­hal reshuffle kabinet.

Dalam riset itu disebutkan, Menteri BUMN Rini Soemarno kemungkinan terkena reshuffle dalam perombakan kabinet jilid III oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Rini diprediksi akan menggantikan posisi Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Bahana juga memperkirakan pasar akan ber­jalan netral cenderung positif meski tak terlalu signifikan.

Pengamat BUMN Dari Ru­mah Amanah Rakyat Ferdinand Hutahaean menyayangkan jika memang pencopotan direksi PT BPUI terkait hasil survei reshuffle kabinet. Karena, hal tersebut menunjukan praktek penerapan kekuasaan yang arogan.

"Artinya, penguasa ketika tidak suka dengan jajarannya, bisa langsung dicopot. Ini sangat bahaya," kata Ferdinand kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, Menteri BUMN juga tidak semestinya reaktif atas kritik tersebut dengan mencopot tiba Dirut BPUI. Cara-cara sep­erti ini akan berdampak buruk terhadap kenyamanan pejabat BUMN dalam bekerja.

"Bisa saja, karena takut di co­pot, para direksi BUMN bekerja tanpa kreatifitas karena takut tidak sejalan dengan menter­inya. Meski begitu, seharusnya direksi PT BPUI tetap menjaga etika dalam menjalankan usah­anya dan menjaga norma dalam menyampaikan kritik. Kalau sifatnya internal seharusnya dis­ampaikan tertutup atau langsung kepada yang bersangkutan," tegasnya. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
100%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Istana Soroti Kemitraan Ayam dan Wagyu JAPFA
Baznas Ajak Berdonasi Sambil Belanja Di Lotte Mart
Larangan Ekspor Rotan Kudu Dipertahankan

Larangan Ekspor Rotan Kudu Dipertahankan

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017

Gagal Panen, Petani Dapat Ganti Rugi Rp 37 Miliar…
DPR Jadwalkan Panggil Bos BI

DPR Jadwalkan Panggil Bos BI

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017

Indonesia Power Incar Dana Rp 4 T

Indonesia Power Incar Dana Rp 4 T

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017

Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00

Panglima Menolak Dipanggil Presiden, Suasana Memanas

Panglima Menolak Dipanggil Presiden, Suasana Memanas

Humor Politik23 September 2017 09:06

TNI Gagalkan Pembelian 5 Ribu Senpi, Waspada Pelacur Demokrasi<i>!</i>
Amien Rais Minta Jokowi Pelototi Ribka Tjiptaning
Fadli Zon: Wuih, Pak Fahri Hamzah Sudah Gerindra Banget Tuh<i>!</i>
Amien Rais Curiga Dengan Jokowi

Amien Rais Curiga Dengan Jokowi

Politik22 September 2017 05:02