Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Silakan Berguru Ke Jepang-Korea

Atasi Masalah Pangan

Ekbis  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 08:51:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Silakan Berguru Ke Jepang-Korea

Jusuf Kalla/Net

RMOL. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan cuma Indo­nesia yang sering ribut soal pangan, seperti garam. Indone­sia diminta mencontoh Korea dan Jepang dalam mengatasi masalah pangan.
Bahkan, JK sapaan akrab Jusuf Kalla menyebut, hanya di Indonesia negara yang ribut soal garam. Padahal, Indonesia ada­lah negara dengan pantai nomor dua terpanjang di dunia.

Dia menyesalkan, perde­batan di berbagai kalangan soal garam. Semakin panjang perdebatan, dampak yang akan terjadi justru menimpa masyarakat kecil.

"Kita kemarin ribut soal garam, tidak ada negara yang ribut soal garam kecuali Indo­nesia. Tidak ada negara yang ribut gula selain Indonesia, tidak ada negara yang ribut beras selain Indonesia. Semua negara sudah selesai kita belum selesai," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

Dia mengaku, sedih setelah 72 tahun merdeka, Indonesia masih berdebat soal kebutuhan dasar, seperti garam, gula, atau beras. Sementara negara lain, tengah berlomba-lomba mengembangkan teknologi atau ilmu pengetahuan untuk kemajuannya.

Politisi senior Golkar itu terkadang merenung ke mana larinya prestasi karya anak bangsa. Padahal pendidikan di dalam negeri terus dipermudah, dan beasiswa pun terus menga­lir hingga tingkat universitas.

"Kita berpikir, apa gunanya punya banyak universitas? Apa gunanya kita begitu banyak memberikan beasiswa? Apa gunanya kita begitu banyak mempunyai lembaga-lemba­ga? Kalau kebutuhan dasar itu diperdebatkan terus menerus di bangsa yang sudah merdeka 72 tahun," tuturnya.

Menurut JK, perdebatan dan perselisihan soal garam hanya menyiksa masyarakat dengan taraf perekonomian bawah. "Apa beda gula dengan garam, ini saya sampaikan semalam waktu rapat. Gula, makin kaya seseorang makin tinggi konsumsi gula. Garam, makin miskin seseorang makin tinggi kebutuhan garam. Jadi kalau kita berselisih soal garam artinya kita menyiksa orang kecil," terangnya.

Sebab itu, JK menegaskan, teknologi merupakan solusi mengatasi permasalahan kebu­tuhan pokok yang ada. Dengan teknologi semua permasalahan dapat teratasi, dan itu sudah di­lakukan oleh Jepang dan Korea. Kedua negara tersebut tak punya lahan yang luas namun mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kebutuhan bahan pokok. Berbeda dengan Indonesia yang mempunyai kekayaan alam namun teknolog­inya kurang mumpuni.

JK mengatakan, jumlah pen­duduk Indonesia sekitar 260 juta yang setiap tahunnya mem­butuhkan bahan pokok, dan tidak bisa diselesaikan tanpa teknologi. "Ada negara yang maju karena sumber daya alam, ada yang maju karena nilai tambah sebab tidak ada sumber daya. Kita mempunyai 2 hal itu. Sumber daya alam besar ditam­bah teknologi merupakan hal yang tidak bisa dicapai negara lain," imbuhnya. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?
OTT Di PN Jaksel

OTT Di PN Jaksel

, 21 AGUSTUS 2017 , 15:00:00

Duet Putra SBY

Duet Putra SBY

, 19 AGUSTUS 2017 , 19:44:00

Panjat Pinang Kemerdekaan

Panjat Pinang Kemerdekaan

, 19 AGUSTUS 2017 , 03:37:00

Memeriksa Tubuh Pelaku

Memeriksa Tubuh Pelaku

, 19 AGUSTUS 2017 , 20:31:00