Verified

Ketimpangan Akses Perumahan Di Jabodetabek Paling Parah

Ekbis  KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 , 10:53:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketimpangan Akses Perumahan Di Jabodetabek Paling Parah
RMOL. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal terutama rumah susun di Jakarta semakin tinggi. Namun tidak sebanding dengan ketersediaan rusun.
Apalagi belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, warga yang terdata minta unit dirumah susun sudah hampir 11 ribu. Sedangkan unit yang tersedia yang kosong ada sekitar 1.500.

"Jelas, ada kesenjangan tinggi antara permintaan dan pasokan," jelas Bhima Yudhistira dalam keterangan persnya (Kamis, 1/8).

Diakuinya, permasalahan ketimpangan akses perumahan saat ini tengah menjadi tantangan serius di berbagai belahan dunia. Termasuk di Indonesia.

Penyebabnya, masyarakat tak mampu membeli lantaran harganya sudah terlalu tinggi. Pemerintah pernah melansir, mayoritas penduduk Indonesia dengan segmen menengah bawah hanya mampu untuk melakukan cicilan rumah sebesar Rp500 ribu per bulannya.  

Karena itu menurutnya, perlu terobosan nyata agar backlog bisa ditekan. Opsi yang bisa dipilih, pemerintah menyediakan land bank yang relatif masih tidak terlalu jauh dari perkotaan, untuk kemudian dibangun oleh swasta.

"Land bank ini sebenarnya banyak dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemda. Di sisi lain, sebenarnya, sudah ada aturan jika swasta bangun rumah mewah, maka wajib juga membangun rumah subsidi, masalahnya pengusaha properti seringkali membangun justru di tempat lain. Ini terjadi karena tidak ada sanksi tegas," ungkapnya.

Pemerintah bisa meniru Singapura dimana pemerintah dan swasta berkolaborasi. Lahan disediakan, sudah dibebaskan pemerintah, sehingga swasta lebih leluasa membangun. [zul]

Urusan tanah, kata Bhima, selama ini memang jadi kendala utama pengembang karena rumitnya pembebasan, belum lagi izin konstruksi yang lama. Izin konstruksi di Jakarta saja lebih lama di banding daerah seperti Manado dan Makassar.

"Jadi memang izin di pusat saja lama. Padahal backlog di Jabodetabek paling parah. Selama ada skema land bank, mestinya banyak swasta tertarik," tandasnya. [zul]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

, 19 OKTOBER 2017 , 21:00:00

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

BAZNAS Layani 1.000 Pengungsi Rohingya

, 19 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Khofifah Bahas Anggaran

Khofifah Bahas Anggaran

, 18 OKTOBER 2017 , 01:14:00

Bermain Fidget Spinner Di Luar Angkasa

Bermain Fidget Spinner Di Luar Angkasa

, 18 OKTOBER 2017 , 08:17:00

FGD UU Kewirausahaan

FGD UU Kewirausahaan

, 18 OKTOBER 2017 , 22:17:00

Ini Komentar Panglima Gatot Terkait Pidato Anies Baswedan
Luhut Vs Sandi Siapa Menang?

Luhut Vs Sandi Siapa Menang?

Nusantara19 Oktober 2017 10:03

Wakil Ketua MPR: Gubernur Itu Kerjanya Bukan Jalan Berdua Naik Motor
Rakyat Semakin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Semakin Susah Dipimpin Jokowi

Politik19 Oktober 2017 19:32

Jimly: Bisa Saja Anies Keluarkan Kata
Kementan Inovasi Mesin Panen Bawang Merah

Kementan Inovasi Mesin Panen Bawang Merah

Kementerian Pertanian20 Oktober 2017 08:19

Anna Faris, Bahagia Kencani Kameramen

Anna Faris, Bahagia Kencani Kameramen

Blitz20 Oktober 2017 08:18

Lagi Ngetren, Dunia Dipimpin Kaum Milenial
Dirut BRI Tolak Penuhi Tuntutan Pesangon Eks Pegawai
Nyonya Tua Telat Panas

Nyonya Tua Telat Panas

Olahraga20 Oktober 2017 08:03