Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Nasabah Kredit Macet BTN Diduga Merekayasa Pengalihan Hutang

Ekbis  JUM'AT, 14 JULI 2017 , 22:24:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Ada dugaan rekayasa dalam pengalihan hutang PT KAP (nasabah kredit macet Bank BTN dengan status debitur PKPU) kepada pihak PT Tri Cahaya Mas.
Begitu dikatakan Koordinator DPP Generasi Republik Untuk Keadilan  dan  Anti Korupsi (Gertak), Lubis Maruf Pandaopotan dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi (Jumat, 14/7).

"Dengan pola pengalihan hutang maka terjadi outstanding perbaikan NPL pada bulan Juni sebesar Rp20 M," sambungnya.

Lubis menjelaskan, perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai rekayasa kualitas kredit adalah pihak PT.Tri Cahaya Mas yang mengambil alih hutang kredit macet PT.KAP (debitur PKPU), yang baru didirikan Mei 2017.

"PT ini dipersiapkan khusus hanya untuk memperbaiki NPL bulan Juni 2017)," imbuhnya.

Pengurusnya pun, menurut dia, terdiri dari orang-orang yang tidak berpengalaman karena terindikasi hanya berasal dari perusahaan papan nama.

Lubis menduga, ada pihak yang sengaja mengizinkan dan menyetujui praktek mark up nilai jaminan terbukti dari PT.Tri Cahaya Mas diberikan tambahan plafond kredit sebesar Rp2 M, sebab mereka tidsk menyerahkan jaminan sebagaimana lazimnya.

"Kalau terdapat penambahan plafond kredit, tetapi justru PT.Tri Cahaya Mas diberi keleluasaan mengurangi jaminan sehingga jumlah jaminan sebelum pengalihan hutang yang semula sebanyak 28 Sertifikat dengan jumlah kredit sebanyak 20 Milyar dan diubah dengan kredit baru sebesar 22 Miliar dengan jaminan 14 sertifikat yang merupakan Bagian dari 28 sertifikat tersebut," sesal dia.

Lebih lanjut, Lubis menjelaskan, pengalihan hutang dilakukan pada masa PKPU tetap tanpa izin dari hakim pengawas dan pengurus PKPU. Selain itu, juga telah terjadi  Rekayasa pengalihan hutang debitur-debitur kredit macet di Samarinda (PT.Puspita, PT.Bumi Hijau, PT.Pilar Lima, PT.palaran Madani, debitur perorangan, debitur perorangan) kepada   PT.Balikpapan Skylink Property.

"Praktek ini merupakan window dressing tervulgar dalam sejarah BTN dan dilakukan dengan kesadaran penuh melibatkan Nixon Napitupulu sebagai coordinator dengan actor pendukung Kepala Divisi AMD dan Departemen Head Restrukturisasi AMD," imbuhnya.

Dalam hal ini tindakan-tindakan yang dapat dikategorikan rekayasa kualitas kredit seperti  permohonan kredit PT Balikpapan Skylink Property semula diajukan oleh KC Samarinda dan telah disetujui oleh Divisi Kredit Komersial sebesar Rp50 M dengan sifat kredit revolving sampai dengan Rp70 M.

Lebih lanjut, Lubis menduga, semua tindakan Banking Fraud dilakukan oleh Nixon L.P. Napitupulu yang Diangkat sebagai Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) pada rapat umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BTN tanggal 17 Maret 2017.

"Jelas merupakan konspirasi busuk yang dilakukan oleh Dirut Bank BTN dan Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Yang terkesan menutup nutupi tindakan tindakan yang merugikan bank BTN oleh Nixon Napitupulu," ujarnya.

"Karena itu, kamu meminta OJK tidak  meluluskan fit and  proper Nixon Napitupulu  dan memeriksa kepala divisi  Asset  management lama  maupun  yang  baru Satya  Wijayantara, Elizabeth Novi,  dan Paulus karena mengetahui  praktek ini," pungkasnya. [sam]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Akhirnya Program Ini Diresmikan

Akhirnya Program Ini Diresmikan

, 22 JULI 2017 , 21:00:00

PDIP Peringatkan Gatot

PDIP Peringatkan Gatot

, 21 JULI 2017 , 19:00:00

Tersenyum Jadi Tahanan KPK

Tersenyum Jadi Tahanan KPK

, 20 JULI 2017 , 00:23:00

Desak Novanto Mundur

Desak Novanto Mundur

, 20 JULI 2017 , 02:15:00

Siaga di Kantor PPP

Siaga di Kantor PPP

, 20 JULI 2017 , 03:38:00