GarudaFood Gandeng Baznas Berbagi Dengan Dhuafa Se-Jabodetabek

 SENIN, 19 JUNI 2017 , 11:17:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

GarudaFood Gandeng Baznas Berbagi Dengan Dhuafa Se-Jabodetabek

Ilustrasi/Net

RMOL. GarudaFood menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) salurkan 1.000 Paket Ramadhan Bahagia (PRB) bagi dhuafa dan anak yatim yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
"GarudaFood ingin berbagi kepada dhuafa lewat makanan yang kami produksi," kata Head of Capital Garuda Food Group, Sri Utami dalam acara bertajuk "Symphoni of Ramadhan", di Jakarta.

Paket makanan itu, lanjut Sri Utamiwati didistribusikan pada 18-19 Juni 2017. Dua truk berisi 680 paket yang ditampung di gudang Baznas Kebon Sirih itu siap didistribusikan kepada dhuafa yang tinggal sekitar kantor GarudaFood di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Kami fokus ke empat masjid yang jadi sentra pembagian 600 paket makanan tersebut. Empat masjid itu merupakan ring satu kantor pusat, sehingga jadi prioritas untuk pendistribusian,"ujarnya.

Sri Utami menambahkan, sisa 400 paket lainnya akan didistribusikan ke dhuafa merujuk pada database Baznas. "Kami berharap, paket makanan itu bisa membawa kebahagiaan bagi para mustahik di Hari Raya Idul Fitri," ucapnya.

Dalam kesempatan itu dibahas pula rencana kerja sama GarudaFood dengan Baznas yang lebih luas dalam mekanisme program Corporate Social Responsibility (CSR). Sasaran program tetap sama yaitu para mustahik.

"Setelah kegiatan ini, kami harap kerja sama bisa berlanjut di masa depan dalam mekanisme program CSR yang lebih luas," tutur Sri Utami.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Efri Syamsul Bahri mengatakan, ada sejumlah program untuk memuliakan mustahik di bulan Ramadhan, terutama kaum dhuafa dan anak yatim.

"Kami membagikan santunan dan paket pendidikan melalui dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki ," kata Efri.

Ditambahkan, kegiatan bagi mustahik di bawah kelola Baznas terbilang cukup banyak dan tersebar di beberapa bidang, seperti kesehatan, pendidikan hingga bantuan finansial. Saat ini mustahik yang tercatat di bidang kesehatan saja ada sekitar 8 juta orang di seluruh Indonesia.

"Kami punya data riil dari para mustahik. Setelah lebaran akan kami rancang program pemberdayaan untuk penanganan kemiskinan yang tidak bisa dilakukan dalam sekali jalan," ujarnya.[wid]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

, 19 JANUARI 2018 , 21:00:00

Sri Mulyani Bikin Indonesia Rugi Ratusan Triliun
Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

Pertemuan Sahabat Lama Setelah 10 Tahun

, 18 JANUARI 2018 , 16:05:00

Desak Bamsoet Mundur

Desak Bamsoet Mundur

, 18 JANUARI 2018 , 21:29:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00