Verified

Pengamat: Alasan Manulife Pecat Karyawan Harus Dicek Masuk PKB Atau Tidak

Ekbis  SELASA, 30 MEI 2017 , 14:23:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Ada sejumlah langkah yang bisa ditempuh karyawan yang menggugat di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.
Seperti dialami Antonius Andika yang telah diberhentikan dari Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Melalui surat nomor 285/MLI/AOD/S/IV/2016 tanggal 8 April 2016, pihak perusahaan menyatakan mantan Branch Manager PT Asuransi Manulife Indonesia cabang Medan Fantastic itu telah melanggar kode etik.

Namun Andika menduga skorsing sementara yang berlanjut pemberhentian/PKH yang diterimanya dari korporasi Manulife karena mengkritik kebijakan pemberian hadiah duit Rp 500 ribu bagi branch manager yang merekrut agen etnis tionghoa yang berhasil menjual polis asuransi.

Pengamat ekonomi yang juga Wakil Rektor Perbanas Institute, Arus Akbar Silondae cenderung menyoroti kewajiban Manulife ketika memecat karyawannya.

"Yang saya baca itu diskorsing kemudian di-PHK, alasannya melanggar etik, ya dilihat saja itu ada nggak di dalam peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama atau perjanjian kerja bersama," ujar Arus Akbar saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (30/5).

Jika bersangkutan pegawai tetap maka bisa diupayakan musyawarah terlebih dahulu yang dimediasi Dinas Tenaga Kerja. Kemudian lanjut ke Pengadilan Manajemen Industrial jika mediasi tidak tercapai.

"Ya harus dapat pesangon  kalau dia diperlakukan sebagai pegawai tetap. Tapi kalau melihat dia sudah 20 tahunan bekerja, itu kan lebih dari tiga tahun saja sudah sebagai pegawai tetap, pas di PHK hak-haknya diberikan atau tidak," lanjutnya.

Selain Andika, Manulife juga dikabarkan telah sewenang-wenang memecat 214 karyawannya pada akhir Desember 2016 lalu. Informasi ini mendapat perhatian DPR. Menurut rencana, DPR khususnya Komisi XI yang membidangi anggaran, berencana memanggil pihak Manulife dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna diminta penjelasan mereka terkait kabar tersebut.[wid]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00