Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Pelayanan Satu Pintu Belum Ada, KEK Masih Sepi Investasi

Ekbis  JUM'AT, 19 MEI 2017 , 09:20:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelayanan Satu Pintu Belum Ada, KEK Masih Sepi Investasi

Foto/Net

RMOL. Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Badan Koordi­nasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengamini kabar ada beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK) sepi investasi. Hal tersebut, menurutnya, terjadi karena belum ada administrator untuk melayani sehingga inves­tor sulit ngurus perizinan di daerah tersebut.
"Beberapa administratornya belum ada sampai sekarang, nggak ada pelayanan satu pintu. Padahal administrator sebe­narnya penting," kata Azhar di Jakarta, kemarin.

Administrator yang dimaksud Azhar adalah pemerintah daerah (Pemda). Menurutnya, untuk yang sudah ada administrator, pihaknya menyerahkan sepenuh­nya ke daerah. Sehingga, inves­tor nanti bisa mengurus persoalan izin lebih mudah. Mereka yang ingin menanamkan modalnya, tidak harus datang ke Jakarta.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan 11 KEK yang terse­bar di Indonesia. Di antaranya KEK Maloy Batuta Trans Ka­limantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api- Api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

Azhar menyebutkan KEK yang sudah memiliki petugas pelayanan antara lain KEK Mandalika dan Tanjung Lesung. Sementara yang belum ada antara lain KEK bitung, Palu, dan Morotai.

Azhar mengatakan, kawasan yang belum memiliki admin­istrator dikarenakan beberapa hambatan. Sayangnya, Azhar tidak mengetahui detail ham­batan yang dihadapi Pemda.

Menteri Koordinator Pereko­nomian Darmin Nasution juga tak menampik pembangunan 11 KEK tersendat. Menurutnya, lambatnya pembangunan tidak bisa ditoleransi lantaran setiap kawasan memiliki badan pen­gelola masing-masing.

Dia menilai, beberapa KEK tersendat karena minimnya promosi sehingga banyak calon investor kurang informasi. Pa­dahal, informasi yang memadai sangat dibutuhkan. Apalagi, selama ini masalah keruwetan administrasi di daerah menjadi momok menakutkan.

Darmin meminta, pemban­gunan KEK dipercepat. Jangan sampai karena badan pengelo­lanya tidak aktif, KEK menjadi tidak menarik.

Darmin mengatakan, untuk mendorong pembangunan KEK, pihaknya sudah kerja sama den­gan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). "Kerja sama sudah dijalankan sejak tahun lalu. Kadin menjadi duta promosi," ungkapnya.

Wakil Ketua II Tim Pelaksana DN KEK Budi Santoso opti­mistis kerja sama dengan Kadin bakal berbuah manis. Sebab, ada belasan ribu pengusaha yang tergabung di dalamnya. "Ada banyak insentif dalam KEK, seperti kemudahan perizinan dan pajak. Kalau mereka mengerti, pasti berminat investasi," im­buhnya. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Puisi Jenderal Rasa Kopral

Puisi Jenderal Rasa Kopral

, 25 MEI 2017 , 23:00:00

Terorisme Bukan Ajaran Islam

Terorisme Bukan Ajaran Islam

, 25 MEI 2017 , 21:00:00

Tangisan Pemain Sinetron

Tangisan Pemain Sinetron

, 24 MEI 2017 , 09:54:00

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

, 25 MEI 2017 , 01:03:00

Istri Ahok Menangis

Istri Ahok Menangis

, 24 MEI 2017 , 04:13:00