Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Beberkan Perubahan Iklim Investasi Di Era Jokowi

Menkeu Janjikan Investor AS Stabilitas Ekonomi Indonesia

Ekbis  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 10:02:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Beberkan Perubahan Iklim Investasi Di Era Jokowi

Sri Mulyani/Net

RMOL. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengajak pebisnis Amerika Serikat (AS) menanamkan modalnya di Tanah Air. Bekas Direktur Bank Dunia itu meyakinkan iklim investasi di Indonesia sudah banyak berubah.

Dalam pertemuan ini, Ani mengajak investor menanam­kan modalnya di Tanah Air. Dia meminta investor tidak perlu ragu atau khawatir untuk mena­namkan modalnya di Indonesia. Karena, hal-hal yang selama ini dikeluhkan sebagai hambatan sudah dibenahi.

"Pemerintah sudah memulai memangkas berbagai regulasi yang menghambat. Perizinan yang seharusnya tidak diperlu­kan sudah dihapus. Kemudian, layanan untuk bisa melakukan ekspor impor di pelabuhan dit­ingkatkan menjadi lebih bagus," ungkapnya.

Perubahan lain, lanjut Ani, pemerintah juga memperlebar porsi asing untuk berinvestasi melalui revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Ada beberapa sektor yang menempatkan asing bisa memiliki mayoritas saham atas usahanya.

Ani menuturkan, perubahan kemudahan bisnis di Indonesia bisa dilihat dari Peringkat Ease of Doing Business (EODB). Po­sisi Indonesia naik 15 peringkat ke posisi 91. Indonesia terhitung sebagai negara yang mengalami perubahan sangat cepat.

Dia memastikan, peringkat EODB Indonesia naik bukan karena dirinya pernah men­jadi Managing Director World Bank. Tetapi, karena pemerintah sungguh-sungguh membenahi pelayanan dan perizinan.

"Lompatan peringkat itu bukan karena saya pernah di bank dunia. Saya bisa pastikan itu tidak ada konflik kepentingan," ungkapnya disambut tawa investor.

Ani mengungkapkan, pe­rubahan lain di Indonesia yakni semakin banyaknya tenaga kerja berkualitas baik dari sisi keahl­ian maupun produktivitas. "Per­soalan manufaktur di negara berkembang adalah skill tenaga kerja. Tapi saya pastikan ang­garan kita untuk pendidikan itu sangat besar, termasuk dalam meningkatkan keahlian dan produktivitas, jadi jangan kha­watir," paparnya.

Selain soal kemudahan bisnis, Ani memaparkan kinerja per­ekonomian Indonesia yang tetap baik meskipun dunia tengah mengalami perlambatan.

Dia menjelaskan, kondisi ekonomi global penuh ketidak­pastian. Belum lama Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), mata uang China mengalami devaluasi, dan pasar keuangan pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump. Tak hanya itu, di sektor perdagangan, harga komoditas anjlok dan banyak negara berkembang penghasil komoditas terkena dampaknya.

"Tapi di tengah berbagai per­soalan dunia itu, perekonomian Indonesia tetap baik. Presiden Jokowi bekerja penuh untuk bisa menciptakan stabilitas ekonomi dan inklusifitas," ka­tanya.

Dia mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia tetap baik karena pemerintah membuat kebijakan yang terukur. Antara lain dengan menciptakan fun­damental ekonomi yang kuat, melakukan reformasi fiskal, dan mengelola utang dan menjaga efisit anggaran tetap pada batas yang baik terhadap Produk Do­mestik Bruto (PDB).

Di samping itu, defisit tran­saksi berjalan berhasil ditu­runkan pada level yang aman, yakni 2 persen terhadap PDB. Inflasi juga sukses dijaga pada posisi sekitar 3 persen atau lebih rendah sejak 1999, ketika ada krisis moneter. Hal tersebut juga mampu mendorong konsumsi masyarakat tetap tumbuh.

"Anda bisa melihat buktinya, kita bisa menciptakan fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian global," imbuhnya.

Harus Lebih Cepat

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjo­rang menyarankan pemerintah untuk lebih cepat di dalam memberikan layanan untuk lebih banyak menarik investasi.

"Kalau masalah infrastruktur sebenarnya dengan Vietnam, kurang lebih kurang sama. Tapi di sini kita agak pelan di dalam merealisasikan, mulai dari ten­der dan faktor-faktor lainnya," ungkapnya.

Sarman juga meminta pemer­intah menjaga stabilitas politik. Sebab, berbagai isu politik di Indonesia kerap mendapatkan sorotan tajam berbagai media asing. Hal itu membuat investor wait and see. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Puisi Jenderal Rasa Kopral

Puisi Jenderal Rasa Kopral

, 25 MEI 2017 , 23:00:00

Terorisme Bukan Ajaran Islam

Terorisme Bukan Ajaran Islam

, 25 MEI 2017 , 21:00:00

Tangisan Pemain Sinetron

Tangisan Pemain Sinetron

, 24 MEI 2017 , 09:54:00

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

, 25 MEI 2017 , 01:03:00

Istri Ahok Menangis

Istri Ahok Menangis

, 24 MEI 2017 , 04:13:00