Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Makassar Dan Banyuwangi, 2 Contoh Daerah Inovatif

Ekbis  RABU, 11 JANUARI 2017 , 14:32:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD IQBAL

RMOL. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengumpulkan kepala daerah yang terkenal karena inovasi yang diterapkan di daerahnya.
Kabupaten Banyuwangi dan Kota Makassar merupakan daerah yang terkenal karena inovasinya.

Walikota Makassar Danny Pomanto yang berlatar belakang arsitek memaparkan inovasi yang diterapkankannya di ibukota Sulawesi Selatan itu. Danny memiliki prinsip yakni harus keluar kamar dan membuat bangun”. Maksudnya, pembangunan harus digerakkan secara inovatif dan pemimin hadir untuk menjawab persoalan masyarakat.

Salah satu program inovasi yang diterapkannya di Makassar adalah Home Care, yakni pelayanan kesehatan 24 jam ke rumah. Makassar memiliki 48 mobil-mobil kecil yang siaga 24 jam untuk mendatangi rumah-rumah bagi warga yang menghubungi. Mobil ini dilengkapi dengan televensi, telesiometri, dan tele USG. Jadi, jika masyarakat membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti jantung, maka dengan sistem online yang telah terpasang, bisa langsung ke dokter ahli dimanapun ia berada.

"Tentunya dalam kondisi harus ada wifi-nya. 10 menit kemudian diagnosanya langsung ke lokasi dan langsung dieksekusi. Semua itu sudah gratis," kata Danny di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu, (11/1).

Saat ini, sudah 5 ribu warga yang terlayani dengan program home care ini. Berikutnya Danny akan mengembangkan inovasi serupa yakni Lansia Care” dan beberapa inovasi lainnya.

Sementara, Kabupaten Banyuwangi juga tak kalah inovatif. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memamerkan kesuksesan Banyuwangi yang menurunkan gini ratio dari 0,33 persen menjadi 0,29 persen. Pengangguran terbuka juga turun dari 6 persen ke 2,55 persen. Kemiskinan turun dari 20,09 menjadi 9,17. Pendapatan per kapita penduduk Banyuwangi naik menjadi 37,53 juta dari 20,8 juta per tahun.

Kesuksesan ini lantaran inovasi Anas yang melarang keberadaan mall di Banyuwangi jika income per kapita belum di atas Rp. 25 juta. Ia menyinggung di banyak daerah, keberadaan mini market berada di kanan kiri jalan membuat toko kelontong tidak tumbuh. Pendapatan rakyat tidak tumbuh cepat jika pasar modern masuk tanpa proteksi dari pemerintah.

"Makanya Banyuwangi sadar sejak 5 tahun lalu sebelum income di atas 25 juta larang mall berdiri. Mal hanya simbol kemajuan sebuah kota tapi pajaknya nggak ke kita," ujarnya.

Banyuwangi kemudian membangun bandara meski banyak pertentangan dari sana-sini. Menurut  Anas, keberadaan Bandara akan mendorong investasi, maka progres pembangunan bandara dipercepat oleh pemerintah Banyuwangi. Kini, bandara Banyuwangi yang awalnya hanya berpenumpang 7 ribu, merangsek naik menjadi 181 ribu.

Banyuwangi juga kini mendapat predikat sebagai kabupaten nomor 1 dengan biaya hidup paling rendah di Indonesia.

"Banyuwangi jadi nomor 1 biaya hidup paling rendah di Indonesia. PNS kami boleh tunjangan gak sehebat Jawa Barat, tapi Insya Allah bahagia karena gajinya juga tidak digerus inflasi tinggi," demikian Anas.[wid]

Komentar Pembaca
Gara-Gara Novanto, Golkar Merosot

Gara-Gara Novanto, Golkar Merosot

, 25 APRIL 2017 , 09:00:00

Ahok Susun Sendiri Pledoinya

Ahok Susun Sendiri Pledoinya

, 24 APRIL 2017 , 22:00:00

Bicara Ekonomi Di Acara MUI

Bicara Ekonomi Di Acara MUI

, 23 APRIL 2017 , 05:36:00

Pangkostrad Motivasi Anak Bangsa

Pangkostrad Motivasi Anak Bangsa

, 23 APRIL 2017 , 17:58:00

Perbaikan Jalur Busaway

Perbaikan Jalur Busaway

, 23 APRIL 2017 , 01:13:00