Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Bentuk Converter Kit Mirip Tabung Elpiji 12 Kg
Soal Ancaman Kebocoran Belum Jelas Antisipasinya
Senin, 16 Januari 2012 , 08:49:00 WIB

CONVERTER KIT
  

RMOL. Para pengguna mobil pelat hitam kini penasaran dengan converter kit atau alat konversi BBM subsidi ke gas. Untuk me­ngetahui proses pe­masangannya, Rakyat Mer­deka mengunjungi Autogas, bengkel re­kanan Ke­menterian Energi dan Sum­ber Da­ya Mineral (ESDM) un­tuk pe­masangan converter kit di Ka­wasan Tangerang, Kamis (12/1)

Di bengkel itu terdapat bebe­rapa mobil yang sedang mema­sang converter kit. Salah satu­nya mobil dinas Wakil Men­teri (Wamen) ESDM Widjajono Par­towidagdo. Mobil Honda Civic tersebut itu selesai dipa­sang alat buatan Italia tersebut.

Yang menarik perhatian justru soal penempatan tabung gas yang berada dibagasi mobil de­ngan pelat nomer B 1720 RFT tersebut. Tabung itu mirip ta­bung gas elpiji 12 kilogram (kg). Ukurannya besar sehingga ter­paksa mengu­rangi luas bagasi.

Hal yang sama ter­lihat di mobil jenis Toyota Inno­va. Pe­miliknya yang mau me­masang converter kit harus merelakan bagasinya untuk dipakai ta­bung gas.

Selain mengurangi kenya­ma­nan, keberadaan tabung yang ber­ada di tengah itu juga men­jadi ancaman. Karena kalau ter­jadi kebocoran, bisa me­nye­bab­kan ledakan. Tem­pat pe­ngisian gasnya berada di bawah mobil atau sam­ping knalpot. Sedang­kan un­tuk reducer, filter, injector rail, change over switch dan gas ecu tidak ada masalah karena ditempatkan di bagian mesin.

Mobil-mobil tersebut juga menerapkan sistem dual fuel sehingga pemiliknya mem­pu­nyai pilihan apakah meng­gu­nakan BBM atau gas. Untuk pro­ses pemasangan akan ber­langsung selama sekitar dua hari karena harus mela­kukan setting pembakaran.

Harga untuk satu paket con­verter kit dijual Rp 12-15 juta. Mahalnya harga disebabkan alatnya masih di impor dari Ita­lia. Sedangkan, PT Dirgan­tara Indonesia untuk saat ini ba­ru memasok tabungnya saja.

Na­mun, yang perlu jadi per­hatian para pemilik kendaraan ada­lah asuransi mobilnya. Mo­bil yang masih ada asu­ran­sinya jika dipasang converter akan “hangus” asuransinya.

Menanggapi hal itu, Program Manager Converter Kit PT Dir­gantara Indonesia (PTDI) Ah­mad Syaichu menegaskan, pe­masangan converter kit aman.

“BBM itu kecepatannya nya­la­­nya 40 meter per second (m/s), sedangkan elpiji itu 0,82 m/s jadi secara teknis lebih aman,” kata­ Ahmad kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, saat ini yang ha­rus dilakukan adalah bagai­mana menyakinkan masyarakat soal keamanan penggunaan gas un­tuk mobil seperti penggu­naan gas 3 kg. Dikatakan, sam­pai saat ini belum ada mobil yang mele­dak karena mema­sang converter kit.

Menurutnya, tabung made in PTDI sudah sesuai dengan stan­dar internasional dan terdapat safety valve dan selenoid valve untuk menjaga keamanan.

Untuk tahun ini, pihak­nya akan membuat sekitar 500 unit converter kit dengan rincian 200 unit akan dipakai di Pa­lembang dan 300 unit di Ja­karta. Ke depan, dia menarget­kan PTDI akan mem­buat 68 ri­bu converter kit per tahun. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Istana Kembalikan Draf Aturan Pembatasan BBM
DPR Telusuri Motif Investasi Bukopin
Jasa Marga Disuruh Nyari Duit 1,9 Triliun
Menteri Cicip Jangan Diam Saja Dong ...
Produsen Otomotif Cemaskan Rencana Konversi BBM Ke Gas


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Rani Mukerji dan Aditya Chopra Gelar Pernikahan di Pedesaan Italia

Aktris Bollywood yang terkenal karena film Kuch Kuch Hota Hai, Rani Mukerj ...

 

Nikita Mirzani, Gugat Cerai Sebelum Dibui

Pengadilan terima saja berapa kali Nikita mengajukan gugatan cerai. Toh, n ...

 

Olla Ramlan, Trauma Kasus JIS, Anak Sekolah Berbasis Agama

Olla Ramlan tidak memilih sekolah internasional bagi anak semata wayangnya ...

 

Farah Quinn, Cerai, Cuekin Foto Hot Olive Lee

Nggak pusing ada foto-foto mesra suaminya. Yang diinginkan hanya hak asuh ...






  • Berita Populer

    Obral Dividen 25 Triliun Di AS, Freeport Cuekin Pemerintah RI
    Tiga Bulan Ke Depan Masa-masa Krusial Bagi Perekonomian Nasional
    KNKP: Propaganda Anti Tembakau Tak Berdasar Kebenaran