Rita Widyasari

SABA Ajak Anak Penderita Kanker ‘Balapan’ di Sentul

Pulihkan Kepercayaan Diri Penderita

Ekbis  JUM'AT, 30 SEPTEMBER 2011 , 00:50:00 WIB

SABA Ajak Anak Penderita Kanker ‘Balapan’ di Sentul

ilustrasi, kanker

RMOL.Kanker darah atau leukimia adalah salah satu penyakit yang harus dilawan dengan mengembalikan semangat dan keceriaan penderitanya. Yang paling penting lagi adalah mendeteksi dini gejala penyakit ini.

Sekalipun persentase pe­nyem­buhannya kecil, tapi upaya me­mulihkan semangat anak-anak penderita kanker darah lewat ketertarikan pada hal yang baru sangat membantu, di luar upaya pengobatan secara medis.

Untuk menghibur anak pen­derita leukimia, komunitas Sa­habat Bangsal Anak Indonesia (SABA) mengajak 20 anak pen­derita kanker menyaksikan balap mobil Fastron Gold Time Attack 2011 Series dan mencoba mobil balap di Sirkuit Internasional Sentul, Sabtu (24/9).

Diajak mengendarai mobil balap di Sirkuit Sentul menjadi kesenangan tersendiri bagi anak-anak penderita kanker. “Jumlah penderita kanker anak setiap ta­hun terus meningkat. Momok ini tidak saja bagi penderita, tapi juga orang tuanya,” kata Ketua SABA, Benny Junito.

Mencermati kenyataan ini, SABA terdorong memberikan hiburan bagi adik-adik penderita kanker serta memberikan se­mangat baru kepada mereka. Me­nurut Benny, ke-20 anak me­rupakan pasien dari RS Kanker Dharmais, RS Harapan Kita, RS Fat­mawati dan Rumah Kita.

Mereka didampingi orangtua dan sejumlah perawat rumah sa­kit.  Rata-rata anak penderita kanker memiliki tingkat penyakit serius, sehingga mendapat pera­watan khusus dari rumah sakit tersebut. Seizin dokter ber­sang­kutan, mereka bisa berangkat. “Semua lancar dan anak-anak senang banget,” kata Benny.

Mereka juga sangat senang ketika mencoba mobil balap dan bersebelahan langsung dengan para pembalap untuk mengitari beberapa kali sirkuit Sentul.

Sekretaris SABA Indonesia Maritza Damayanti men­con­tohkan Saskia, remaja usia 15 tahun yang ikut dibawa dalam rombongan ini. Menurutnya, remaja putri ini divonis menderita kanker darah saat usianya  me­masuki tahun keenam.

Lewat kepatuhan menjalani pengobatan dan motivasi serta upaya mengembalikan keper­cayaan dirinya, ia pun masih ber­­tahan hingga di usia meng­injak 16 tahun.

Sejujurnya, mitos kanker da­rah tak dapat disembuhkan kini sudah tidak ada lagi. Semua sa­ngat ber­gantung pada bagai­mana anak-anak yang telah di­vonis men­derita kanker darah ha­rus diperlakukan.

Berkaitan dengan leukimia, orangtua seharusnya tidak per­nah menganggap remeh setiap ke­luhan dari anak. Bisa jadi, ke­luhan sang anak merupakan gejala dini leukimia.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan mengatakan, kan­ker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak adalah kanker darah atau leukemia (25-30 persen), menyusul retino­blas­toma (kanker retina mata), lim­foma (kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma (kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), rabdomiosarkoma (kan­ker otot lurik), dan osteosarkoma (kanker tulang). [rm]


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

Menhan: Panglima TNI Jangan Gaduh Lagi!

, 26 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

BPJS Berpotensi Defisit Rp 9 Triliun

, 26 SEPTEMBER 2017 , 15:00:00

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

Barbuk OTT Suap Wali Kota Cilegon

, 24 SEPTEMBER 2017 , 02:20:00

Kang Emil Di Gunung Padang

Kang Emil Di Gunung Padang

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:04:00

Kontes Domba Berhias

Kontes Domba Berhias

, 24 SEPTEMBER 2017 , 08:46:00